13. Dunia Bukan Kerajaan Kita

KITA HARUS SELALU mengingat bahwa kita hidup di bumi yang sudah terkutuk dan kita tinggal di antara manusia yang sudah rusak pula. Bumi seperti ini tidak akan pernah dipulihkan Tuhan untuk menjadi tempat domisili yang ideal. Tuhan tidak akan pernah membangun Kerajaan-Nya di bumi ini, manusia tidak akan pernah menemukan Firdaus di bumi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa Kerajaan-Nya bukan berasal dari dunia ini.1 Tuhan Yesus menyatakan, bahwa sama seperti diri-Nya bukan berasal dari dunia ini, orang percaya juga bukan berasal dari dunia ini. Di bagian lain di Injil, Tuhan Yesus berkata agar orang percaya tidak mengumpulkan harta di bumi, sebab di bumi ngengat dan karat merusak dan pencuri bisa mencuri serta membongkarnya. Tidak pernah dalam Alkitab menyatakan bahwa bumi yang terkutuk ini akan dipulihkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni. Kalau Petrus menyinggung pemulihan segala sesuatu dalam kotbahnya di Yerusalem2, hal ini menunjuk pada kedatangan Tuhan yang akan membawa orang percaya ke tempat yang telah dipersiapkan Tuhan; supaya dimana Dia ada, orang percaya juga berada.3 Dalam Yohanes 14:1-3 jelas sekali Tuhan Yesus mengatakan bahwa apabila Tuhan Yesus telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagi orang percaya, Dia akan datang kembali dan membawa orang percaya ke tempat-Nya, supaya di tempat di mana Dia berada, orang percaya pun berada.

Suatu hari nanti bumi pasti dimusnahkan dan manusia yang hidup dalam kejahatan akan dibinasakan. Sebab itu hidup di bumi harus diterima sebagai kesempatan untuk memiliki kehidupan yang akan datang. Jadi, bumi ini bukanlah pelabuhan dimana manusia memiliki perhentian. Pelabuhan kita hanyalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. Kita harus berpikir bahwa segala kenikmatan hidup yang ideal barulah nanti di langit baru bumi baru. Kalau orang berpikir bahwa bumi ini dipandang dapat memberi ketenangan dan kepuasan hidup, maka ia tidak dapat diubahkan Tuhan menjadi anak-Nya, hatinya pasti terikat dengan keindahan dunia ini. Dalam hal ini kita harus memilih dunia ini atau Tuhan dan Kerajaan-Nya. Memilih Tuhan bukan berarti kita menjadi miskin dan susah secara fisik di dunia. Kita akan pasti diberkati secara jasmani oleh Tuhan dan semua berkat yang Tuhan berikan kita kelola untuk kepentingan-Nya.

Oleh karena bumi ini telah terkutuk dan bukan rumah orang percaya, maka orang percaya tidak boleh menikmati dunia hari ini sama seperti orang yang tidak mengenal Allah. Mereka hidup untuk fokus kepada apa yang disebut sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani, kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Dengan fokus hidup itu mereka seperti domba bodoh yang dibawa ke pembantaian. Fokus kita adalah bagaimana kita mengalami proses perubahan cara berpikir sehingga kita bisa selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan yang adalah tujuan hidup. Orang yang mencapai tujuan ini suatu hari akan diangkat dari dunia ini masuk ke dalam kerajaan-Nya sebagai putra-putri Allah.

Sebagai orang percaya kita tidak boleh mengharapkan ada kebahagiaan yang ideal yang dapat kita peroleh di dunia ini. Sebab kalau seseorang berpikir bahwa di bumi ini bisa menikmati kebahagiaan, maka berarti ia berkhianat kepada Kerajaan Surga dan Tuhan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang bisa dikategorikan menyembah Iblis.4 Orang-orang seperti ini tidak pernah bisa setia kepada Tuhan. Kalau pun mereka ada dalam kegiatan gereja, kualitas pelayanan mereka sangat rendah. Pelayanan pun dijadikan sarana untuk memperoleh keuntungan. Mereka akan terikat dengan keindahan dunia sehingga mata hati dan pikirannya menjadi buta terhadap kebenaran. Kebutaan itu membuat mereka semakin terbelenggu oleh kuasa kegelapan. Tentu saja mereka tidak mengharapkan kedatangan Tuhan. Bagi mereka kematian adalah misteri yang menakutkan.

1) Yohanes 18:36 ; 2) Kisah 3 ; 3) Yohanes 14:1-3 ; 4) Lukas 4:5-8

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.