13. Berpotensi Hidup Sesuai Tuhan

KALIMAT “manusia zaman Perjanjian Lama sudah menjadi bait Roh Kudus” mungkin terdengar asing, tetapi kalau kita belajar kebenaran mengenai baptisan, barulah kita mengerti bahwa bukan tidak mungkin kalau Adam telah dibaptis Roh Kudus setelah penciptaan. Dibaptis di sini maksudnya Adam ada dalam suatu keadaan yang berpotensi untuk dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah Bapa. Adam dimampukan memiliki kedaulatan atas moralnya tanpa batas sesuai dengan moral Tuhan. Jadi, maksud Roh Allah menuntun agar manusia tidak hidup menurut daging.1 Roh Kudus yang menuntun Adam agar sempurna dan menjadi corpus delicti guna mengalahkan Lusifer atau Iblis. Adam sudah dibaptis Roh Kudus sejak semula, artinya Adam dalam suatu konsidi dimana Roh Kudus -bila dipatuhi-dapat membuat Adam mencapai kesucian Allah. Persoalannya, siapa yang membaptis Adam dengan Roh Kudus? Tentu saja Tuhan Yesus, sebab Tuhan Yesus-lah (Firman) yang menciptakan manusia. Firman Tuhan tegas mengatakan bahwa “ segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.2 Kata tinggal (Ibr. dyn) – seperti yang telah dijelaskan- juga menunjuk pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan manusia yang menerima Tuhan Yesus di zaman Perjanjian Baru, agar orang percaya tidak hidup menurut daging, sebab orang yang hidup menurut daging bukanlah anak Allah.3

Dalam zaman penggenapan, Pribadi yang sama yang membaptis Adam, juga membaptis orang percaya dengan Roh Kudus.4 Untuk menunjukkan hal ini maka setelah Tuhan Yesus bangkit, Ia menghembusi murid-murid-Nya dan memberikan Roh Kudus.5 Hal ini dikatakan dengan tegas dalam Yohanes 1:12 bahwa mereka yang menerima-Nya, diberi “kuasa” supaya menjadi anak-anak Allah. Kuasa dalam teks aslinya adalah exousia (ἐξουσία), kata ini lebih tepat diterjemahkan sebagai hak (istimewa) atau privilege, supaya menjadi anak-anak Allah. Orang percayalah yang diberi hak istimewa untuk menjadi anak-anak Allah artinya berkeadaan seperti maksud tujuan Allah menciptakan Adam.

Kehidupan baru dengan kualitas ini (baptisan Roh Kudus) tidak pernah dimiliki oleh tokoh-tokoh Perjanjian lama, sebab mereka tidak pernah dibaptis Roh Kudus seperti yang dialami oleh orang-orang percaya di zaman Perjanjian Baru. Kalau Roh Kudus atau Roh Allah hinggap atas mereka -di Perjanjian Lama- biasanya hanya untuk maksud-maksud tertentu, seperti bernubuat atau memiliki kekuatan yang luar biasa seperti Simson. Mereka tidak pernah bisa menemukan kembali kemuliaan Allah yang hilang. Jadi, dalam Perjanjian lama tidak ada baptisan Roh Kudus yang membuat seseorang dikembalikan ke rancangan semula Allah atau memiliki kembali kemuliaan Allah yang telah hilang. Dengan demikian baptisan Roh Kudus menjadi bermakna kalau dikembalikan kepada fungsi yang benar sesuai dengan maksud keselamatan diadakan. Kalau baptisan Roh Kudus disimpangkan untuk hal-hal yang tidak bertalian langsung dengan proses keselamatan atau hanya menekankan karunia-karunia-Nya yang tidak bertalian langsung dengan pendewasaan karakter, maka akan terjadi penyimpangan bahkan penyesatan.

Hendaknya orang percaya tidak hanya memahami fungsi Roh Kudus seperti yang telah dikerjakan-Nya di Perjanjian Lama, yaitu memberi kemampuan bernubuat, memberi kuasa supranatural dan hal-hal lain yang berkenaan dengan tanda fisik. Kita harus memahami dengan benar cara keberadaan Allah melalui Roh-Nya pada zaman-zaman tertentu. Roh Kudus bagi orang percaya di zaman Perjanjian Baru menjadi Penolong untuk menyempurnakaan karakter menjadi seperti Tuhan Yesus (berkualitas corpus delicti). Hal ini sama dengan menggenapi rencana Allah membinasakan pekerjaan Iblis dengan mempercepat kedatangan-Nya, supaya sepak terjang Iblis bisa diakhiri total.6 Ini sudah masuk area spiritual, bukan lagi hanya menyangkut hal-hal duniawi. Dalam hal ini harus terus diingat bahwa cara keberadaan Allah dalam Perjanjian Lama berbeda dengan cara keberadaan Allah dalam Perjanjian Baru.

1) Kejadian 6:1-4 ; 2) Yohanes 1:3 ; 3)Roma 8:14 ; 4) Matius 3:11 ; 5) Yohanes 20:22 ;
6) 2Petrus 3:12

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.