12. TRANSFORMASI PIKIRAN

Perubahan pola berpikir mengakibatkan perubahan arah hidup. Ini lebih dari perubahan moral. Perubahan ini menyangkut seluruh filosofi hidupnya, ini berarti juga perubahan sikap hati atau sikap batin dan seluruh gaya hidup. Perubahan pola berpikir ini sejajar dengan pertobatan. Sebab pertobatan pada dasarnya adalah perubahan pola berpikir. Bertobat dari bahasa Ibrani shuwb, yang berarti berbalik. Pertobatan bukan sekadar perubahan moral baru, tetapi arah hidup yang diubah. Arah hidup yang tadinya berorientasi atau tertuju kepada hal-hal dunia (materi), berpindah ke Kerajaan Surga (hal-hal surgawi). Dalam bahasa Yunani kata bertobat adalah metanuo (μετανοέω), yang berarti perubahan pikiran. Transformasi yang terjadi dalam diri seseorang membuka pikiran dan kesadarannya, sehingga dapat menghayati dari mana ia datang dan ke mana ia pergi (Yoh. 3:8-11). Bagi orang percaya, transformasi menyadarkan bahwa dirinya bukan berasal dari dunia ini.

Transformasi adalah perubahan yang berlangsung secara terus-menerus atau berkesinambungan, bukan sebuah momentum atau peristiwa yang terjadi dalam sekejap. Banyak orang berkata: “Kita menyongsong transformasi.” Padahal pengertian transformasi menunjuk kepada sebuah proses perubahan yang bertahap, berlangsung secara terus-menerus. Proses transformasi dapat digambarkan seperti sebuah garis panjang, bukan sebuah titik. Transformasi bukan sebuah momentum, tetapi sebuah proses yang terus berlangsung dalam hidup orang percaya. Transformasi sampai pada kesempurnaan seperti Bapa atau serupa dengan Yesus hanya terjadi dalam kehidupan orang percaya. Sebab orang percaya memiliki fasilitas keselamatan, yaitu Roh Kudus, Injil dan penggarapan melalui segala peristiwa kehidupan (Rm. 8:28)

Transformasi adalah sebuah proses perubahan perilaku seseorang dan komunitas. Hal ini terjadi dari hasil kerja keras orang percaya dalam memberitakan Injil dengan mengajarkan kebenaran. Perubahan dunia kekafiran pada abad mula-mula oleh Kekristenan adalah hasil pelayanan yang tak kenal lelah, bukan hanya karena pergumulan doa, tetapi juga karena kerja keras. Dalam hal ini bukan berarti doa tidak berperan, doa memiliki tempat sendiri, sementara tanggung jawab orang percaya juga memiliki tempatnya. Keduanya harus berjalan seiring. Dalam sejarah dapat dijumpai, bahwa setiap perubahan hampir selalu melalui mekanisme proses hasil perjuangan individu-individu, bukan sesuatu yang instan (mendadak). Suatu bangsa tidak akan bertobat dan mengalami pembaharuan kalau hanya didoakan, tetapi juga harus digarami oleh orang percaya yang bekerja keras memberi sepenuh hidupnya bagi Tuhan.

Proses transformasi adalah proses pembaharuan pikiran dalam hidup orang percaya, sehingga mereka mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Mengapa Tuhan menghendaki agar orang percaya terus menerus mengalami proses pembaruan pikiran? What’s got your mind, has got you (apa yang menguasai pikiran kamu, menguasai kamu). Dalam hal ini, dapat dimengerti betapa pentingnya pembaharuan pikiran. Tidak dapat dibantah bahwa pikiran seseorang sangat berperan dalam kehidupan. Pikiranlah yang menciptakan atau menetapkan standar hidup, dan seseorang terus bergerak sepanjang waktu untuk mencapai standar hidup tersebut. Pada umumnya manusia ingin mencapai apa yang juga dicapai oleh manusia di sekitarnya. Firman Tuhan berkata: “Janganlah serupa dengan dunia ini.” Alkitab versi King James menerjemahkan kalimat pertama ayat ini sebagai “and be not conformed to this world.” Alkitab mengingatkan bahwa orang percaya tidak boleh menyamakan diri dengan standar hidup anak dunia. Dalam terjemahan Today’s English Version diterjemahkan: Do not conform yourselves to the standards of this world.

Mengubah pola berpikir seseorang bukan sesuatu yang mudah, tetapi sangat sulit, membutuhkan waktu, kerja keras. Tuhan tidak menyulap dalam sekejap pola berpikir seseorang sehingga dapat memiliki pola pikir yang baru. Pembaharuan pikiran di sini sama artinya dengan pembaharuan pengertian (understanding) yang terjadi secara berkesinambungan; terus-menerus. Pembaharuan pikiran ini bukanlah momentum atau peristiwa yang terjadi sesaat tetapi sebuah proses yang terus berjalan. Kata pikiran dalam Roma 12:2 adalah nous yaitu yang bertalian dengan kesadaran (consciousness) terhadap kebenaran yang membangun pemahaman makna hidup yang benar. Transformasi adalah pembaharuan pikiran yang membuka kesadaran, memberi pengertian dan melahirkan persepsi-persepsi Ilahi. Sebenarnya pada dasarnya transformasi adalah pembaharuan mindset.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.