12. Parakletos

DI ZAMAN PERJANJIAN BARU Allah berkenan masuk dalam kehidupan orang percaya sebagai “Penolong”.1 Kata Penolong dalam teks aslinya adalah parakletos (παράκλητος) yang juga berarti pendamping. Roh Kudus menolong orang percaya untuk menggenapi rencana Allah. Tanpa Roh Kudus orang percaya tidak bisa menggenapi rencana-Nya, menjadi manusia seperti yang dikehendaki-Nya. Sebagaimana dalam baptisan seseorang ditenggelamkan ke dalam air (Yun. baptizo; βαπτίζω; Ibr. taval; טָבלַ ), demikian pula orang percaya ditenggelamkan dalam penguasaan Roh Kudus. Roh Kudus yang mendiami orang percaya dimaksudkan agar memimpin orang percaya kepada segala kebenaran.2 Roh Kudus memberi pengertian-pengertian yang sangat mendalam mengenai rahasia-rahasia Allah yang dalam. Ini lebih dari sekadar memahami mengenai hukum atau peraturan. Dengan memahami kebenaran, pola berpikir seseorang diubah total.

Perubahan pola berpikir harus sampai pada kemampuan seseorang untuk memiliki pikiran dan perasaan Kristus. Inilah yang dimaksud dengan menaruh pikiran dan perasaan Kristus dalam kehidupan seseorang. 3 Hal ini tidak akan terjadi atau berlangsung tanpa Roh Kudus yang menuntun. Oleh sebab itu maksud baptisan Roh Kudus adalah agar orang percaya menjadi manusia baru yang berstandar Allah sendiri, yaitu bisa memiliki pikiran dan perasaan Allah. Jadi, dengan pengertian kebenaran seseorang dimampukan memiliki moral Allah. Moral Allah maksudnya orang percaya dapat mengambil keputusan, bertindak dan berperilaku seperti Tuhan. Inilah yang disebut sebagai mengenakan kodrat Ilahi.4 Dalam teks tersebut terdapat kalimat “kuasa Ilahi-Nya” yang dari teks aslinya tes theias dunameos (τῆς θείας δυνάμεως). Dalam teks bahasa Inggris kata tes theias dunameos ada yang menerjemahkan sebagai His Divine Power. Tentu kuasa Allah di sini menunjuk Roh Kudus dan Injil. Roh Kudus tidak bisa bekerja tanpa Injil (Injil adalah alat-Nya) dan sebaliknya, Injil menjadi percuma diberitakan tanpa ada kuasa atau Pribadi yang mengajarkan yaitu Roh Kudus. Memiliki moral Allah Bapa sama dengan “mengambil bagian dalam kekudusan-Nya”.5 Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan agar orang percaya Kudus seperti Bapa di surga adalah Kudus.6 Untuk itu orang percaya harus menaruh seluruh pengharapannya pada penyataan Tuhan Yesus Kristus dan hidup dalam ketaatan.7 Inilah maksud keselamatan, dimana manusia dimungkinkan kembali untuk memiliki kemuliaan Allah yang telah hilang. 8 Dengan baptisan Roh Kudus berarti orang percaya ditenggelamkan dalam kehidupan yang bersekutu dengan Allah di dalam atau melalui Roh-Nya.

Baptisan Roh Kudus sebenarnya tidak hanya menunjuk suatu momentum, tetapi lebih menunjuk suatu proses dan suatu kondisi (state) yang berpotensi mengembalikan manusia kepada rancangan semula-Nya. Baptisan Roh Kudus membawa orang percaya kepada proses kehidupan berjalan dalam Roh atau dipimpin oleh Roh Allah. Inti baptisan Roh Kudus adalah kehidupan orang percaya yang diubahkan terus menerus oleh pekerjaan Roh Kudus guna memenuhi rencana Allah Bapa menjadi corpus delicti. Dengan demikian baptisan Roh Kudus adalah suatu state atau keadaan yang memberi kemungkinan atau potensi untuk mengubah manusia menjadi seperti yang dikehendaki oleh Allah. Ini adalah suatu masa yang dinantikan nabi-nabi dan orang-orang benar Perjanjian Lama.9

Sebelum Roh Allah undur dari manusia, ternyata manusia sudah menjadi bait Roh Kudus. Roh Allah tinggal di dalam manusia. 10 Kata tinggal dalam teks aslinya adalah diyn ( דִּין ). Kata ini memiliki banyak pengertian selain menghakimi atau menilai (to judge), berpendapat atau memberi pendapat (contend), to plead (menuntut; memohon), dispute (bertengkar), juga berarti tinggal atau berdiam (remain; abide in), memerintah di dalam (rule in; to govern), mengelola (administer). Dalam hal ini nampak sekali bagaimana Roh Kudus bergumul dalam kehidupan manusia pertama agar mereka menjadi man of God yang memenuhi kriteria sebagai corpus delicti untuk membinasakan pekerjaan Iblis.

1) Yohanes 14:16 ; 2) Yohanes 16:13 ; 3) Filipi 2:5-7 ; 4) 2Petrus 1:3-4 ; 5) Ibrani12:10; 6) 1Petrus 1:16 ; 7) 1Petrus 1:13-15 ; 8) Roma 3:23 ; 9) Matius 13:17 ; 10) Kejadian 6:3

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.