12. NERAKA YANG SESUNGGUHNYA (1)

Neraka adalah tempat orang-orang yang dihukum Tuhan: Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal (Mat 25:46). Siksaan kekal di sini diidentifikasi dengan kengerian yang dahsyat, yaitu tempat yang diwarnai dengan beberapa atribut. Atribut-atribut ini merupakan ekspresi figuratif atau penggambaran keadaan neraka. Ekspresi itu dijelaskan dengan beberapa lambang, antara lain:

Pertama, api. Tuhan Yesus berkata: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala (Mat. 5:22). Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan (Mrk. 9:43-48).

Dalam teks aslinya kata api adalah pur (πῦρ). Ini adalah api pada umumnya, yaitu api yang digunakan manusia secara fisik yang kita kenal. Sulit dibantah bahwa api yang menjadi siksaan manusia yang tidak bertobat dan jahat adalah api fisik seperti yang kita pahami hari ini. Api ini bisa turun dari atas, juga bisa api yang sekarang sedang ada dalam perut bumi yang berusaha untuk dapat keluar. Pada waktu gunung berapi erupsi kita dapat menyaksikan api tersebut. Dengan demikian sangatlah jelas, bahwa neraka bukanlah alam roh, tetapi alam fisik sebagaimana surga juga alam fisik (setelah kebangkitan). Orang-orang yang semasa hidupnya mencintai dunia akan mendapat tempat di api yang menjadi seperti lautan di atas bumi ini.

Adapun api dalam Lukas 16:19-31 adalah phloks (φλόξ). Kata ini lebih dekat diterjemahkan flame (lidah api). Adapun api dalam Lukas 16 (phloks) lebih menunjuk sebagai lambang atau simbol penderitaan di Hades, yaitu orang yang terpisah dari hadirat Allah (Luk. 16:19-31). Jadi phloks adalah api dalam arti figuratif untuk menunjukkan keadaan yang menyakitkan di Hades. Tetapi api kekal nanti juga pur (Why. 21:8). Hal ini menunjukkan bahwa api yang membakar bumi dan tubuh orang berdosa yang terhukum adalah api seperti yang kita kenal di bumi ini, tapi tentu dengan derajat panas yang jauh lebih tinggi.

Api dalam ayat-ayat ini menunjuk kepada sarana penyiksaan. Kenyataannya bumi ini memang akan menjadi danau api, tempat di mana orang-orang terhukum terbuang dari hadirat Allah selamanya. Dalam kitab Wahyu berkali-kali disebut realitas neraka sebagai lautan atau danau api. Firman Tuhan mengatakan: …maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.” (Why. 14:10-11; 19:20; 20:10; 21:8).

Api yang membakar bumi ini sama dengan api yang turun dari langit seperti yang membakar Sodom dan Gomora dan yang ada di bawah bumi yaitu pur (Luk. 17:29). Kata api dalam Lukas 17 ini sama dengan api dalam tulisan Petrus, yaitu api yang akan membakar bumi ini (2Ptr. 3:7).

Kedua, ulat-ulat bangkai dan belerang, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam (Mrk. 9:48). Ulat-ulat bangkai menunjuk tempat yang tidak menyenangkan. Kengerian dahsyat wujud hukuman Allah. Ulat di sini menunjukkan keadaan yang menjijikkan. Kata ulat dalam teks aslinya adalah skoleks (σκώληξ). Skoleks adalah ulat yang ada pada mayat orang mati. Sedangkan kata belerang (Ing. brimstone) dalam teks tersebut (Why. 14:10-11; 19:20; 20:10; 21:8) adalah theion (θεῖον). Kata yang sama digunakan oleh Tuhan Yesus ketika mengemukakan belerang yang turun atas Sodom dan Gomora (Luk. 17:29).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.