12. Mencari Ketenangan

KETIKA ORANG BENAR menyadari bahwa bumi ini bukanlah tempat ideal untuk dihuni dan untuk menikmati kebahagiaan dan ketenangan yang sejati, maka ia berusaha memercayai apa yang Tuhan katakan mengenai langit baru dan bumi baru serta untuk mengalihkan pandangannya kepada dunia yang akan datang tersebut. Inilah orang-orang yang bisa dikategorikan sebagai orang-orang yang bijaksana atau “berakal budi”. Orang benar akan memimpikan langit baru dan bumi baru dimana tidak terdapat penderitaan, baik penderitaan bagi dirinya juga bagi orang lain. Menujukan hidup kepada kehidupan yang akan datang menjadi pilihan yang tidak tergantikan dengan apa pun dan siapa pun. Inilah orang-orang yang memindahkan hati ke dalam Kerajaan Surga. Semakin menujukan hati ke Kerajaan Surga, semakin dijauhkan dari percintaan dunia, semakin tidak mengharapkan ketenangan dan kebahagiaan dari dunia ini. Inilah orang-orang yang menggenapi Firman Tuhan “dimana ada hatinya di situ hartanya berada”.1

Kenyataan yang dapat dilihat hari ini, sedikit sekali orang yang berakal budi. Pada umumnya manusia sudah terhanyut dalam pola hidup manusia fasik yang filosofinya adalah “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.2 Hampir semua manusia berusaha untuk dapat meraih sebanyak-banyaknya yang dapat diraih dari dunia hari ini dengan harapan bisa menikmati kebahagiaan dan ketenangan. Segala usaha dilakukan; bahkan Tuhan pun dilibatkan untuk bisa mencapai yang dicita-citakan. Semua ini itu merupakan gerak manusia yang tersihir oleh indahnya dunia, terjebak dalam belenggu kuasa kegelapan dan digiring menuju lautan api. Tetapi mereka tidak menyadarinya. Di antara mereka ada juga orang-orang Kristen yang tidak mengenal kebenaran dan tidak bertumbuh dalam kedewasaan rohani yang benar. Pikiran mereka tertuju kepada perkara-perkara duniawi, sehingga mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kewargaan mereka ada di dalam surga. Pada dasarnya mereka menempatkan diri sebagai seteru salib Kristus, tetapi malangnya mereka merasa sebagai anak-anak Tuhan yang normal. Orang-orang Kristen yang mengasihi dunia ini sebenarnya menjadikan dirinya musuh Allah. Mereka menjadi mangsa kuasa kegelapan dan tidak pernah menjadi anak-anak Allah yang mengabdi kepada Bapa secara benar.

Orang yang mencari ketenangan di bumi dengan standar yang dimiliki manusia pada umumnya pasti tidak bisa dibentuk oleh Tuhan. Mereka tidak bisa dipersiapkan masuk dunia yang akan datang sebagai anak-anak Allah. Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang tidak melepaskan dirinya dari miliknya tidak dapat menjadi murid-Nya, artinya tidak bisa berkembang.3 Mereka yang tidak setia dalam hal mammon yang tidak jujur, artinya soal harta dunia belum bersikap benar, maka mereka tidak akan dapat mengenal kebenaran.4 Dalam hal ini sangatlah jelas bahwa seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kalau seseorang mengabdi kepada Tuhan, maka fokus tujuan hidupnya haruslah Kerajaan Tuhan yang akan datang semata-mata, tetapi kalau seseorang masih mengharapkan dapat menikmati ketenangan dan kebahagiaan dari dunia ini, maka berarti ia menjadikan dunia ini sebagai kerajaannya. Mereka tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dan tidak bisa diubah untuk menjadi orang yang layak masuk Kerajaan Tuhan. Orang benar memercayai bahwa hanya di dunia yang akan datang manusia dapat menikmati Tuhan dan segala yang diciptakan-Nya secara proporsional. Ini adalah suatu kebahagiaan yang tiada tara. Oleh sebab itu sementara hidup di dunia, yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri agar layak masuk Kerajaan Allah sebagai putra-putri Kerajaan. Orang benar berusaha untuk memiliki kesempurnaan seperti Kristus. Selanjutnya mengambil bagian dalam proyek penyelamatan manusia, agar banyak manusia juga mengalami proses yang sama. Hal ini merupakan bukti pengabdian seseorang kepada Tuhan dengan menujukan hidupnya kepada Tuhan dan kerajaan-Nya.

1) Matius 6:21; 2) 1Korintus 15:32 ; 3) Lukas 14:33 ; 4) Lukas 16:11

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.