12 Januari 2015: Mengenakan Pakaian Baru

Menjadi masalah yang tersulit dan terberat bahkan bisa berstatus mustahil yaitu ketika kita harus menanggalkan diri sendiri dan mengenakan pribadi Tuhan Yesus. Dalam hal ini kita seperti menanggalkan pakaian lama dan mengenakan pakaian lain; pakaian yang baru.1 Ada berkat rohani yang besar bagi pendewasaan kita pada waktu kita bergumul mengenakan Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang. Berkat rohani itu adalah mengerti bagaimana bergumul untuk mengenal secara mendalam pribadi Tu­han Yesus dan meneladani-Nya. Mengenakan Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang artinya bertindak sebagai anak-anak terang yang dalam segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan ke­hidupan Tuhan Yesus.Pakaian lama kita adalah diri kita sendiri, se­dangkan pakaian baru kita adalah Tuhan Yesus. Pertukaran pakaian inilah yang dimaksud dengan “menyangkal diri”.2 Jadi, menyangkal diri bukan hanya tindakan menolak perbuatan yang melanggar mor­al umum tetapi menolak “gaya hidup wajar”dan mengenakan gaya hidup Anak Allah.

Agar proses penyangkalan diri ini berlangsung dengan baik kita harus memiliki langkah-langkah sebagai berikut: pertama, memiliki tujuan hidup hanya menjadi seperti Tuhan Yesus. Jika ada tujuan lain, maka proses ini tidak dapat berlangsung.3 Segenap hidup harus diarahkan untuk satu-satunya tujuan hidup ini. Orang yang tidak menyediakan “segenap” hati jiwa dan akal budi, dipandang tidak pantas untuk mengenal pribadi agung Tuhan Yesus Kristus. Jika tidak mengenal pribadi Tuhan Yesus, maka seseorang tidak akan dapat mengenakan pribadi-Nya. Dengan prinsip ini, maka orang percaya tidak lagi berusaha membuat rumahnya menjadi lebih mewah, mobilnya menjadi lebih lux, perhiasannya menjadi lebih mengagumkan dan lain sebagainya yang bersifat duniawi.

Kedua, memenuhi pikiran dengan kebenaran Alkitab. Kebenaran Firman Tuhan (logos) inilah yang akan mencerdaskan seseorang sehingga bisa menangkap “rhema” yang ditaburkan Tuhan setiap hari melalui segala peristiwa yang kita dengar dan kita alami.4 Rhema inilah nutrisi kehidupan rohani kita untuk membentuk otot-otot pribadi Kristus dalam hidup kita. Oleh sebab itu betapa berharganya setiap menit yang kita miliki untuk digunakan mengisi pikiran dengan kebenaran Firman Tuhan.5

Ketiga, selalu mencari wajah Tuhan melalui pergumulan doa, yaitu mengalami perjumpaan dengan Tuhan setiap hari. Itulah sebabnya dalam Mazmur tertulis agar orang percaya mencari wajah-Nya.6 Perjumpaan-perjumaan tersebut akan menghasilkan impartasi spirit atau gairah dari Tuhan Yesus kepada kita. Hal ini sangat penting. Sebab kalau hanya mendengar khotbah atau mengikuti pendalaman Alkitab (logos), belumlah dapat mengubah “gairah” kita secara signifikan. Tetapi harus melalui perjumpaan dengan Tuhan. Pada dasarnya, mengganti pakaian lama dengan pakaian baru adalah mengganti gairah hidup. Dari gairah hidup melakukan kehendak diri sendiri diganti dengan gairah melakukan kehendak Bapa.

Proses panjang mengenakan pribadi Tuhan Yesus Kristus ini pasti akan menghasilkan kehidupan yang luar biasa. Kehidupan yang luar biasa ini menjadi kesaksian. Inilah yang dimaksud Petrus sebagai “terang yang menakjubkan”.7 Terang yang menakjubkan akan mencengangkan orang di sekitar kita dan membuat kita mampu menulari mereka dengan kehidupan seperti yang dikehendaki oleh Allah. Dengan demikian kehidupan orang percaya menjadi surat yang terbuka yang dapat dibaca semua orang.8 Kalau dulu Tuhan menulis surat-Nya berupa hukum di atas dua loh batu untuk dipatuhi manusia, sekarang Tuhan menulis surat-Nya dalam hati manusia dan dagingnya agar diperagakan untuk diteladani. Dari hal ini akan ada orang-orang di sekitar kita yang dipengaruhi atau ditulari kebenaran untuk dikembalikan ke rancangan semula-Nya.

1) Roma 13:14 2) Markus 8:34 3) Lukas 14:33 4) Matius 4:4 5) Efesus 5:166) Mazmur 27:8 7) 1 Petrus 2:9 8) 2Korintus 3:3

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.