12 Desember 2014: Allah Menentang Orang Sombong

Ada satu pernyataan dalam Alkitab yang jarang dibicarakan seperti yang tertulis dalam Yakobus 4:6, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Congkak, dalam teks aslinya adalah huperephanos (Yun. ὑπερήφανος) yang artinya appearing above others, conspicuous, haughty (tampil lebih dari yang lain, menonjol, sombong). Keinginan tampil melebihi yang lain mengingatkan kita kepada oknum yang memberontak kepada Allah. Oknum itu juga meninggikan diri dari semua bintang bahkan hendak menyamai Yang Mahatinggi yaitu Lusifer (Yes. 14:12-19). Jelas sekali bahwa kesombongan adalah sikap yang ditentang oleh Allah. Kata “menentang” dalam teks aslinya adalah antitassomai (Yun. ἀντιτάσσομαι), yang artinya dilawan. Ini berarti orang yang congkak memposisikan dirinya sebagai musuh Allah. Yakobus 4:6 tentu tidak bisa dipisahkan dari ayat-ayat sebelumnya (ay.1-5). Di ayat 5 berbunyi: Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu! Ayat ini akan membuka pengertian kita mengenai apa yang dimaksud dengan congkak dan apa yang dimaksud dengan rendah hati. Alkitab berkata, “Janganlah kamu menyangka…” Kalimat ini berarti agar kita tidak salah “sangka” terhadap Tuhan. Kata menyangka dari teks aslinya dokeo (Yun. δοκέω) yang artinya berpikir atau memperhitungkan. Ini berarti agar kita tidak berpikir bahwa Allah tidak berhak cemburu atas roh yang ditempatkan-Nya dalam diri kita. Kita harus memahami dan menerima bahwa Allah berhak cemburu atas roh yang ditempatkan dalam diri kita sebab Allah berhak memiliki dan menguasai roh yang ditempatkan-Nya di dalam diri kita. Ini sama dengan bahwa Allah berhak seratus persen atas hidup kita. Kalau seseorang menyangka atau berpikir bahwa Allah tidak berhak atas dirinya berarti ia orang congkak. Dengan demikian orang congkak adalah orang yang memandang Allah tidak berhak atas hidupnya. Sebaliknya orang yang rendah hati adalah orang yang mengakui bahwa Allah berhak atas dirinya Kata rendah hati dalam teks ini adalah tapeinos (Yun. ταπεινός). Kata ini ada dalam nyanyian Maria ketika ia menerima kasih karunia menjadi ibu Mesias (Luk. 1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya). Dalam nyanyian Maria tersebut juga disebut hal kecongkakkan (Luk. 1:51). Kata congkak dalam nyanyian Maria juga menggunakan kata yang sama dalam Yakobus 4:6. Maria menunjukkan kerendahan hatinya dengan bersedia mengandung oleh Roh Kudus. Pertaruhannya adalah seluruh hidupnya, yaitu nyawanya, masa depan, harga diri dan segenap hidupnya. Inilah kerendahan hati yang sesungguhnya yaitu mengakui bahwa Allah Pemilik Kehidupan dan berhak memperlakukan kita apa saja sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya. Sikap Maria inilah sikap yang rendah hati, sebab ia mengakui kedaulatan dan kekuasaan Allah semesta alam atas dirinya. Hendaknya kita tidak seperti Lusifer yang jatuh, ia tidak mengakui bahwa keberadaannya hanya oleh karena Allah semesta alam. Sebenarnya ia diadakan untuk Penciptanya. Rupanya ia mau memuaskan keinginannya sendiri. Dalam Alkitab dikatakan didapat kecurangan dalam dirinya. Kata kecurangan dalam teks aslinya adalah evel yang artinya kejahatan (iniquity), ketidak adilan (unjust), perverseness (keras kepala); ketidak benaran (unrighteousness). Adalah pemberontakan kalau ciptaan tidak hidup sepenuhnya bagi Penciptanya. Oleh sebab itu menjadi hukum yang mutlak bahwa makhluk ciptaan harus hidup dalam dominasi Penciptanya secara mutlak. Ketidak sediaan tunduk berarti ketidak sediaan menjadi umat Allah.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.