11. Tuhan Yesus Dipenuhi Roh Kudus

UNTUK LEBIH MEMAHAMI maksud dan pengertian baptisan Roh Kudus, perlu dijelaskan bahwa Roh Kudus sudah ada bersama dengan Allah Bapa sebelum dunia dijadikan, dari kekekalan sampai kekekalan. Sesungguhnya, Roh Kudus sama dengan Roh Allah. Roh Kudus adalah Roh Allah Bapa sendiri. Allah Bapa ada di dalam surga, Roh-Nya-lah yang hadir dimana-mana. Jadi, Roh Kudus adalah cara keberadaan lembaga Ilahi atau Allah (Elohim) yang mewakili Allah Bapa dan Allah Anak, di segala tempat. Roh Kudus menunjuk adanya kemahahadiran Allah. Mestinya sebelum belajar mengenai baptisan Roh Kudus, kita terlebih dahulu memahami mengenai hubungan antara Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus dengan benar.

Pada zaman Perjanjian Baru, cara keberadaan Roh Allah atau Roh Kudus berbeda dengan cara keberadaan-Nya di Perjanjian Lama. Di zaman Perjanjian Baru, Roh Allah berkenan merasuk dalam kehidupan orang percaya secara lebih permanen, sehingga tubuh orang percaya disebut sebagai bait Roh Kudus.1 Kalau dalam Perjanjian Lama, bait Roh Allah adalah bangunan yang dibangun oleh Salomo, tetapi di Perjanjian Baru bait Roh Kudus adalah tubuh dan kehidupan orang percaya sendiri. Di sini letak keunikan cara keberadaan Allah yang tidak dialami oleh umat Perjanjian Lama sejak Roh Allah undur dari manusia.2

Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa kalau bait Allah diruntuhkan, Ia sanggup membangunnya kembali dalam tiga hari.3 Maksud bait Allah itu adalah tubuh-Nya sendiri. Jadi, sebelum orang percaya memiliki tubuh sebagai bait Roh Kudus, Tuhan Yesus sendiri telah memperagakan tubuh yang menjadi bait Roh Kudus. Dalam hal ini kita dapati bahwa Tuhan Yesus pun dipimpin Roh Allah atau Roh Kudus dalam perjalanan hidup-Nya di bumi ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas bagi Tuhan Yesus.4 Jadi kehebatan Tuhan Yesus bukan karena Dia adalah Anak Allah yang memiliki kuasa khusus dan istimewa-karena Tuhan Yesus telah mengosongkan diri- Ia bisa berkuasa karena Roh Kudus menuntun-Nya.

Dengan pimpinan Roh Kudus, Tuhan bisa mengikuti kehendak Allah Bapa sampai berhasil lulus atau menang sebagai corpus delicti, yaitu taat sampai mati di kayu salib. Dia menjadi yang sulung di antara banyak saudara,5 artinya bahwa orang percaya juga dapat memiliki pengalaman atau kemampuan yang sama sehingga bisa lulus atau menang seperti Dia. Tuhan Yesus menjadi pokok keselamatan (Yun. aitios: αἴτιος) artinya menjadi “penggubah” atau mengatur atau merancang manusia memiliki kualitas seperti diri-Nya.6

Tuhan Yesus sudah dituntun Roh Kudus sejak kecil, sehingga dapat menjadi seorang yang berkenan kepada Allah Bapa.7 Adapun burung merpati yang turun ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, menunjukkan bahwa Dia-lah Anak Domba Allah yang akan membaptis orang percaya dengan api dan Roh.8 Burung merpati hanya sebagai tanda bahwa Dia-lah Sang Anak Domba Allah agar Yohanes Pembaptis dapat memproklamirkan-Nya. Lagi pula, tanpa tanda tersebut Yohanes Pembaptis tidak memiliki verifikasi. Dengan adanya tanda itu saja Yohanes Pembaptis masih bisa meragukan kemesiasan Tuhan Yesus, apa lagi kalau tidak ada tanda tersebut. 9. Sejak baptisan dalam bentuk burung merpati hinggap pada Tuhan Yesus, maka Ia harus mulai bergumul untuk menyelesaikan tugas Bapa sampai mati di kayu salib dan dibangkitkan untuk membinasakan pekerjaan Iblis atau mengalahkannya. Hal ini sejajar dengan murid-murid Tuhan Yesus yang sejak dibaptis Roh Kudus di Yerusalem, mereka dapat mengerti Firman untuk disempurnakan dan harus menyelesaikan tugas penyelamatan dengan menderita atau memikul salib seperti Tuhan Yesus. Baptisan Roh Kudus diberikan dalam rangka menerima mandat dari Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi.

1) 1Korintus 6:19-20 ; 2) Kejadian 6:1-4 ; 3) Matius 26:61 ; 4) Yohanes 3:34 ; 5) Roma 8:28-29 ; 6) Ibrani 5:8-9 ; 7) Matius 3:17 ; 8) Matius 3:11 ; 9) Matius 11:2-6

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.