11. PENEMUAN TERBESAR

Membahas mengenai Alkitab, kita tidak boleh melupakan peristiwa besar yang pernah terjadi, yaitu penemuan naskah di sekitar Laut mati. Dalam dunia Kekristenan dan agama Yahudi ini adalah penemuan terbesar yang membuktikan kebenaran Alkitab; sehingga mestinya tuduhan bahwa Alkitab telah dipalsukan adalah tuduhan yang sembarangan dan gegabah, tidak berdasar sama sekali. Penemuan naskah di sekitar Laut Mati menunjukkan tindakan Allah yang luar biasa untuk membuktikan kebenaran dan keaslian Alkitab.

Naskah Laut Mati, disebut juga gulungan Laut Mati. Gulungan Laut Mati adalah manuskrip Yahudi kuno, yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Ibrani, beberapa dalam bahasa Aramaik, dan sedikit dalam bahasa Yunani. Banyak gulungan dan fragmen ini berusia lebih dari 2.000 tahun, yang berarti dibuat pada masa sebelum kelahiran Yesus. Di antara gulungan-gulungan pertama yang diperoleh dari orang-orang Badawi terdapat tujuh manuskrip panjang dengan berbagai tahap kerusakan.

Naskah Laut Mati dalam arti sempit adalah naskah-naskah yang ditemukan di gua-gua Qumran, maka sering disebut sebagai naskah Gua Qumran atau naskah Qumran. Naskah Qumran adalah suatu kumpulan naskah sebanyak 981 buah. Selain ini, terdapat naskah yang berbeda yang ditemukan sekitar tahun 1946 sampai 1956 dalam 11 gua di sekitar pemukiman kuno di wilayah Khirbet Qumran di tepi barat. Penemuan naskah yang berusia ribuan tahun terjadi ketika gembala-gembala domba Badawi berteduh di sekitar gua, ada juga yang mengisahkan bahwa mereka sedang mencari domba yang hilang. Ketika mereka ada di gua-gua tersebut, mereka menemukan guci-guci yang mereka pikir berisi harta karun berupa uang, tetapi ternyata gulungan-gulungan naskah asli (autograf) dari kitab Perjanjian Lama. Tentu saja nilai penemuan tersebut lebih dari jumlah uang seberapa pun.

Kalau dipersoalkan dari manakah asal usul naskah tersebut, maka banyak pandangan mengenai hal ini. Ada beberapa pendapat yang menyebabkan banyak perdebatan mengenai asal usul gulungan naskah Laut Mati ini. Pendapat yang paling kuat atau paling dominan adalah bahwa naskah-naskah tersebut merupakan buatan suatu komunitas -salah satu sekte Yahudi yang tinggal dekat Qumran- yang disebut kaum Eseni. Mereka berpendapat bahwa kelompok Eseni inilah yang menulis atau menyalin naskah-naskah Perjanjian Lama tersebut bersama dengan kelompok sektarian Yahudi lainnya di sekitar Khirbet Qumran. Komunitas ini berusaha untuk menulis atau menyalin naskah-naskah Alkitab Perjanjian Lama, kemudian menyembunyikan dalam gua-gua tersebut. Ketika terjadi pemberontakan bangsa Yahudi pada kekaisaran Roma menjelang tahun 70, komunitas ini dihancurkan kekuatan Roma, sejak saat itu naskah-naskah tidak diketahui oleh masyarakat Yahudi dan dunia.

Ada juga yang berpandangan bahwa gulungan-gulungan naskah tersebut merupakan hasil karya kaum Yahudi yang tinggal di Yerusalem, yang menyembunyikan gulungan-gulungan tersebut dalam gua-gua dekat Qumran. Pada saat melarikan diri dari tentara Roma -pada waktu Yerusalem dihancurkan (sekitar tahun 70M)- mereka menyembunyikan gulungan-gulungan naskah tersebut di sekitar Laut Mati tersebut.

Tulisan-tulisan Qumran menunjukkan bahwa
Alkitab Perjanjian Lama benar adanya.

Tulisan dalam naskah Qumran juga menyingkapkan adanya peraturan Sabat yang sangat ketat yang dikenakan bagi orang-orang Yahudi dalam komunitas mereka, serta perhatian yang ekstrem terhadap kemurnian keagamaan Yudaism yang lebih bersifat seremonial. Selain itu, tersingkap pula penjelasan mengenai kehidupan komunitas kaum Eseni yang terasing dari masyarakat. Kelompok ini mempertahankan kesucian menurut pola mereka. Tetapi yang paling harus dihargai adalah perjuangan mereka menyalin kitab Perjanjian Lama untuk membuktikan kebenaran Alkitab.

Dengan ditemukan naskah Laut Mati, maka sangat jelas terbukti bahwa Alkitab Perjanjian Lama di tangan orang percaya hari ini adalah benar-benar orisinal, tidak palsu. Kisah-kisah mengenai penciptaan langit dan bumi, Adam dan Hawa, Nabi Nuh dengan air bahnya, Abraham sahabat Allah yang mempersembahkan anak sahnya yaitu Ishak di bukit Moria adalah data dan informasi historis yang benar dan orisinal. Oleh sebab itu orang percaya tidak perlu menyangsikan apa yang tertulis di dalam Alkitab.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.