11 November 2014: Panggilan Utama Umat Perjanjian Baru

Karena dosa, manusia mengalami ketragisan yang luar biasa. Manusia pertama tidak menduga bahwa akibat pelanggarannya sangat dahsyat, yaitu manusia telah terpisah dan kehilangan sumber kehidupan. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Kehilangan kemuliaan Allah maksudnya adalah bahwa manusia tidak mampu memiliki moral seperti Tuhan, sehingga tidak mampu mengimbangi Tuhan yang Mahakudus. Oleh karena hal tersebut maka manusia tidak bisa bersekutu secara ideal dengan Allah. Kegagalan manusia menaati Tuhan membuat bumi ini rusak dan terkutuk, sementara kesempatan untuk menjadi sekutu Tuhan telah lenyap. Inilah malapetaka terhebat dan peristiwa paling tragis dalam sejarah kehidupan manusia.

Sekarang kesempatan telah diberikan oleh Sang Pencipta untuk kembali bersekutu dengan Dia. Melalui keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus, dimana manusia dikembalikan ke rancangan semula-Nya, manusia diajar memiliki kemampuan untuk bisa mengimbangi moral Tuhan sehingga bisa bersekutu dengan Tuhan atau memiliki hubungan yang eksklusif dengan Dia. Jadi, keselamatan dalam Tuhan Yesus merupakan proses perubahan untuk membuat manusia berkapasitas dapat memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak berpikir kalau orang sudah menjadi Kristen maka otomatis dapat bersekutu dengan Tuhan. Kapasitas pribadinya yang harus ditingkatkan atau didewasakan, barulah dapat bersekutu dengan Tuhan.

Apakah kesempatan ini mau diraih atau tidak, tergantung masing-masing individu. Kehidupan ini menjadi hebat karena menjadi petualangan sementara dimana kita diperkenan untuk kembali membangun hubungan dengan Sang Pencipta sebagai suatu persiapan untuk memasuki kehidupan kekal bersama Dia dalam kerajaan-Nya. Karena kebodohan dan kedegilan hati manusia banyak orang menolak. Mereka lebih menyibukkan diri dengan fasilitas tetapi bukan pada maksud fasilitas itu diberikan. Dalam hal ini Tuhan Yesus berkata: ”Bahwa hidup itu lebih penting dari pada makanan (Mat. 6:25). Oleh sebab itu melalui kebenaran ini kita dikembalikan kepada maksud tujuan Allah menciptakan manusia. Kita harus berjuang untuk menjadi berkarakter kudus seperti Dia adalah kudus (1Ptr. 1:16), agar kita bisa mengimbangi Tuhan atau bisa memiliki persekutuan yang ideal dengan Tuhan. Di sisa umur hidup kita ini harus hanya untuk mengejar hal tersebut.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.