11. Menghormati Tuhan Secara Pantas

ORANG PERCAYA HARUS mengerti kalau seseorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, berarti ia tidak menjadi tuan bagi siapa pun, tetapi menjadi budak atau hamba hanya bagi Tuhan Yesus. Pengakuan dan kesadaran sebagai hamba ini sangat penting sebab hal ini menentukan arah hidupnya. Siapa yang dijadikan sebagai tuan, maka ke arah kerajaannya (-Nya) hidupnya ini terarah. Berkenaan dengan hal ini, Iblis mengupayakan manusia mengingini dunia, sebab dengan mengingini dunia maka cukuplah membuat seseorang gagal ke surga menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah.

Hanya manusia yang menjadi hamba bagi Tuhan Yesus yang masuk dalam anggota keluarga Kerajaan Allah. Ini bukan sesuatu yang sederhana dan mudah. Untuk menjadi orang yang masuk dunia yang akan datang -langit baru dan bumi yang baru- harganya hanya berbuat baik terhadap sesama. Hal ini bisa dilakukan oleh banyak orang. Sebuah harga yang tidak terlalu mahal, masih dikatagorikan murah. Tetapi untuk masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah, seseorang harus memiliki kualitas hidup yang sangat “luar biasa”, melebihi pemimpin agama seperti ahli taurat dan orang farisi. Walaupun mereka tokoh agama tetapi mereka adalah orang-orang yang tidak kehilangan hidup. Mereka memiliki kemapanan sebagai pemimpin agama yang terhormat.

Seberapa tinggi kita memahami harga yang harus dibayar untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan, setinggi itu pula penghormatan kita kepada Tuhan. Jadi kalau seseorang tidak memahami arti “jalan sesak, kehilangan nyawa, melepaskan segala sesuatu” demi menjadi pengikut Kristus, maka ia tidak dapat menghormati Tuhan secara pantas. Mereka gagal untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan. Sangatlah bodoh kalau seseorang merasa sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan hanya karena dapat memanggil Yesus dengan panggilan Tuhan. Hal ini bukan bermaksud membuat harga keselamatan menjadi mahal, tetapi memang demikian adanya.

Pengajaran yang mengesankan keselamatan itu mudah, merupakan pemalsuan terhadap kebenaran. Karena Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa sukar sekali masuk ke Kerajaan Surga. Banyak orang berusaha masuk, tetapi mereka tidak dapat. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata agar kita berjuang masuk jalan yang sesak. Keselamatan yang diajarkan sebagai jalan mudah masuk menjadi anak-anak Allah, adalah penipuan. Mereka tidak mengerti harga sesungguhnya untuk mengikut Tuhan Yesus atau untuk berani mengakui dan menerima-Nya.

Hari ini banyak orang tidak menghormati Tuhan Yesus secara pantas. Hal ini dikarenakan pertama, mereka tidak menghayati betapa mahal harga pengorbanan Tuhan Yesus yang mengosongkan diri menjadi manusia, menderita dan mati di kayu salib. Orang-orang ini gagal menghayati dan mengerti bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Firman (logos) yang menciptakan langit dan bumi. Tanpa Dia, tidak ada suatu pun yang jadi. Tuhan Yesus sudah memerintah sebelum dunia dijadikan. Pemerintahannya sejak zaman dahulu kala, sejak zaman pubakala. Dia adalah Allah Anak yang Pencipta Yang Mahaagung.

Kedua, mereka menganggap murah dan mudah untuk menerima keselamatan yang Tuhan sediakan (anugerah). Dengan berbicara mengenai anugerah mereka merasa sedang meninggikan Tuhan atau membuat Tuhan mulia. Padahal sebaliknya, tanpa mereka sadari, mereka telah merusak kebenaran atau tatanan yang Tuhan sudah tetapkan. Lebih bodoh lagi kalau mereka berpikir bahwa menjadi orang Kristen adalah supaya mendapat jaminan memiliki kemapanan hidup di dunia ini. Harga sesungguhnya menjadi pengikut Tuhan Yesus adalah rela hidup seperti Tuhan Yesus, yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya atau tidak memiliki kemapanan dalam hidup ini. Kesalahan ini membuat mereka menjadikan dunia ini sebagai tempat hunian yang nyaman dan berusaha untuk bisa mapan. Dengan bersikap demikian tanpa sadar mereka berkhianat kepada Bapa di surga.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.