11. HUKUM ROH KEHIDUPAN

Pembaharuan nurani sebenarnya sama dengan pembaharuan roh. Dalam Roma 8:2 tertulis: Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebenarnya kalimat “Roh yang memberi hidup” dalam Roma 8:2 terjemahan dari nomos tou pneumatos tes zoes en Kristo Iesou (νόμος τοῦ πνεύματος τῆς ζωῆς ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ). Kalimat ini sukar dipahami maksudnya, sebab sukar menerjemahkannya. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia terjemahan baru diterjemahkan “Roh, yang memberi hidup” Adapun dalam Alkitab Bahasa Indonesia terjemahan lama diterjemahkan “hukum Roh yang mengaruniakan hidup”. Dalam bahasa Inggris juga diterjemahkan bermacam-macam. Tetapi pada umumnya menerjemahkan the law of the Spirit of Life (hukum roh kehidupan).

Memang lebih tepat kalimat nomos tou pneumatos tes zoes en Kristo Iesou diterjemahkan “hukum roh kehidupan”. Dari kalimat ini dikemukakan adanya hukum roh dalam kehidupan sebagai anak-anak Allah yang memiliki keselamatan dalam Yesus Kristus. Seseorang tidak dapat memiliki atau mengalami pembaharuan dalam roh tanpa anugerah dalam Yesus Kristus dan pergumulan seperti yang dialami oleh Paulus dalam Roma 7:22-26. Dalam Roma 7:26 Paulus memberikan kesaksian: Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. Pernyataan Paulus ini, dari terjemahan Bahasa Indonesia memberi kesan yang sangat kuat seakan-akan Paulus memiliki hidup dualisme, satu pihak dengan akal budinya Paulus melayani hukum Allah, tetapi di pihak lain dengan tubuh insaninya ia melayani hukum dosa.

Supaya tidak salah mengerti yang dimaksud Paulus dalam Roma 7:26, maka mestinya ayat ini diterjemahkan: Aku sendiri dengan sungguh-sungguh menundukkan pikiranku kepada hukum Allah (kesucian atau kehendak Allah), sementara aku masih tinggal dalam tubuh yang ada dalam kodrat dosa. Sedangkan kalimat: …tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa, harus dimengerti bahwa sementara pikiran Paulus ditundukkan pada hukum Allah, tetapi sementara itu ia juga sadar bahwa ia masih ada dalam daging yang memiliki godaan melawan kehendak Allah atau ia masih ada dalam kodrat dosa. Perubahan roh (neshamah) tidak dapat terjadi atau berlangsung secara otomatis, ada hukum yang mengatur. Paulus harus mengupayakan diri untuk menundukkan pikirannya dengan sungguh-sungguh kepada hukum kesucian Allah, sekalipun tubuhnya masih ada dalam kodrat dosa.

Kalimat “hukum roh kehidupan di dalam Kristus Yesus” maksudnya adalah memenuhi hukum dalam kehidupan atau keberadaan roh dalam Kristus Yesus. Untuk hidup menurut roh yang telah dilakukan oleh Yesus (melakukan kehendak Bapa), harus ada perjuangan seperti Yesus telah berjuang. Ini adalah hukum kehidupan. Tidak ada perubahan tanpa perjuangan. Kristus artinya yang diurapi. Jadi, Kristus Yesus di sini lebih menunjuk kepada pengurapan-Nya, bukan Pribadi Yesus. Yesus sendiri untuk mencapai kesempurnaan menjadi Kristus (yang diurapi) harus berjuang (Ibr. 5:7-9). Hal itu tidak terbangun dengan sendirinya, oleh sebab itu orang percaya juga harus berjuang untuk hidup menurut roh seperti Dia. Hal ini sama dengan perjuangan kita untuk hidup dalam menurut roh.

Penurutan terhadap kehendak roh atau hidup menurut roh inilah yang membebaskan atau memerdekakan seseorang dari hukum dosa (kodrat dosa) dan hukum (kodrat) maut. Hal ini akan diteguhkan lebih kuat pada pembahasan ayat-ayat berikutnya. Dalam Roma 8:9 tertulis: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Dalam ayat ini kita menjumpai ada Roh Kristus di dalam diri orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh sampai memiliki kehidupan menurut roh. Hidup dalam penurutan Roh adalah kehidupan seseorang yang hati nuraninya telah dikuasai oleh spirit atau gairah yang juga ada pada Yesus atau Roh Kudus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.