11. ALETHROS

Tuhan Yesus dalam menyampaikan pengajaran bukan hanya mengemukakan hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga mengemukakan hal-hal yang tidak menyenangkan, bahkan menakutkan. Seakan-akan Tuhan Yesus memberikan ancaman kepada pendengar-Nya. Hal ini terjadi ketika Tuhan Yesus mengemukakan mengenai realitas neraka. Dalam hal ini Tuhan Yesus menyatakannya secara berulang-ulang (Mat. 5:22,29,30; 10:28; 18:9; 23:15,33 dan lain-lain). Jika Ia menyatakan secara berulang-ulang berarti hal tersebut sesuatu yang penting yang harus mendapat perhatian orang percaya dengan seksama.

Seperti yang telah disinggung di pelajaran sebelumnya bahwa neraka adalah sebuat realitas, ini menunjuk suatu tempat dan juga suatu suasana. Dari berita Alkitab kita menemukan neraka adalah tempat orang-orang yang berbuat jahat yang dihukum Tuhan. Mereka terpisah selama-lamanya dari Allah. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya (2Tes 1:9, Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya).

Dijauhkan dari hadirat Tuhan artinya tidak mendapat tempat di dalam Kerajaan-Nya. Kemuliaan kekuatan-Nya dalam teks aslinya adalah tes dokses tes iskhus autou (της δοξης της ισχυος αυτου). Kata kuasa dalam 2 Tesalonika 2:9 ini bukan dunamis (Kis. 1:8), juga bukan exousia (Yoh. 1:12), tetapi iskhus. Kata iskhus menunjuk kuasa yang menaungi atau melindungi. Kalau seorang terpisah dari Allah, maka ia tidak mendapat perlindungan Tuhan. Orang yang terpisah dari kemuliaan kekuasaan-Nya berarti tidak menikmati perlindungan dari kekuasaan pemerintahan-Nya. Oleh sebab itu selagi masih memiliki kesempatan hidup dalam perlindungan Tuhan, kita harus membiasakan diri hidup di dalamnya.

Keadaan dijauhkan dari Tuhan ini digambarkan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 16:24 sebagai orang yang sangat membutuhkan air. Dalam teks tersebut tertulis: Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Keterpisahan dengan Allah akan ditandai dengan kehausan. Tentu air di sini belum tentu air mineral seperti yang kita kenal di dunia kita hari ini. Air di sini adalah Allah sendiri atau Tuhan Yesus sendiri yang mengaku sebagai Air yang memuaskan dahaga hidup (Yoh. 7:37: Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum).

Kebinasaan dalam 2 Tesalonika 1:9 ini tidak boleh hanya dimengerti sebagai “lenyap” atau “hilang”, tetapi kebinasaan di sini menunjuk suatu keadaan yang tidak bernilai atau tidak bermutu. Dalam teks bahasa asli Alkitab adalah “alethros” (ὄλεθρος) yang dalam bahasa Inggris versi King James diterjemahkan everlasting destruction, kerusakan atau kehancuran kekal. Alethros juga bisa berarti tidak menjadi seperti rancangan, artinya menjadi gagal atau rusak. Barang seperti ini menjadi tidak berguna dan mengecewakan sehingga pantas dibuang. Orang-orang yang terbuang dari hadirat Allah adalah sampah abadi. Orang yang terbuang sebagai sampah abadi ini ada di penjara abadi.

Keterpisahan dengan Allah adalah keadaan yang tidak bermutu, tidak memiliki nilai dan tidak memiliki arti. Ini berarti sebuah kehancuran. Sebaliknya, hidup kekal bukan hanya berbicara mengenai panjangnya hidup, dalam hal ini panjangnya hidup nanti di surga tetapi juga dalamnya hidup, kualitas hidup atau mutu hidup sejak sekarang. Orang yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan adalah orang yang hidupnya berkualitas tinggi, bukan hanya nanti di surga, tetapi juga sekarang sementara meniti hari-hari hidup ini. Justru kualitas orang yang pasti masuk surga sudah nampak sejak masih hidup dalam dunia. Orang yang hidupnya berkualitas tinggi sesuai dengan rancangan Allah sejak di dunia sangat berpotensi untuk layak menjadi anggota keluarga Allah, tetapi orang-orang yang tidak hidup sesuai dengan kehendak Allah pantas dibuang ke dalam api kekal. Hanya orang-orang yang berkeadaan layak masuk rumah Bapa yang masuk ke dalamnya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.