10. WILAYAH PELAYANAN

Harus ditegaskan di sini, bahwa suatu pekerjaan dikategorikan rohani atau duniawi, tidak ditentukan oleh jenis pekerjaan tersebut semata-mata, tetapi motivasi terdalam melakukan pekerjaan tersebut. Selama ini orang berpikir bahwa pekerjaan rohani hanyalah aktivitas seorang rohaniwan atau mereka yang bekerja di lingkungan gereja. Tetapi pekerjaan atau profesi yang ada di luar gereja dipandang bukanlah pekerjaan rohani, biasanya disebut sebagai pekerjaan sekuler. Itulah sebabnya, status pendeta atau rohaniwan lain dipandang memiliki supremasi di atas profesi sekuler. Dalam lingkungan gereja, status rohaniwan dipandang lebih suci atau lebih rohani dibanding profesi sekuler. Pikiran seperti ini naif. Dengan pikiran naif ini mudah terjadi penjajahan rohani dari pihak rohaniwan kepada mereka yang berstatus atau menyandang profesi sekuler. Dengan keadaan ini maka suburlah politik agama di dalam gereja.

Orang percaya harus memahami dengan tepat yang dimaksud dengan ibadah itu. Ibadah atau pelayanan adalah segala sesuatu yang dilakukan bagi Kerajaan Allah dengan mengerahkan seluruh potensi jasmani dan rohaninya. Segala sesuatu yang dilakukan tersebut adalah pekerjaan rohani. Dengan demikian orang percaya dapat menghayati pelayanannya bagi Tuhan setiap hari secara benar, di mana seseorang dapat berstatus sebagai hamba Tuhan atau pelayan Tuhan. Seperti misalnya, setiap hari pergi ke kantor atau tempat kerja, ibu rumah tangga yang mengatur rumah tangga, dan memenuhi tugas di berbagai bidang hidup yang dijalani orang percaya, sesungguhnya mereka melakukan pelayanan bagi Tuhan. Dalam hal ini terpenuhilah maksud Firman Tuhan: “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1Kor. 10:31).

Bagi orang percaya, mengembangkan potensi untuk semakin ahli di bidangnya, dan memaksimalkan potensi adalah pelayanan bagi pekerjaan Tuhan. Dengan potensi yang dikembangkan dan dimaksimalkan, maka orang percaya akan menjadi sukses dalam bisnis atau karirnya. Hal ini merupakan prestasi bagi Tuhan, sebab orang seperti ini semakin efektif bagi Tuhan. Seorang kondektur bisa dipakai Tuhan, tetapi seorang direktur akan lebih efektif bagi Tuhan. Seorang cleaning service bisa membawa dampak bagi lingkungannya, tetapi seorang komisaris atau seorang gubernur akan lebih membawa dampak secara luas di masyarakat. Sebaliknya, apa artinya seorang direktur, komisaris, pejabat tinggi, atau yang memiliki kedudukan tinggi tetapi tidak memiliki dampak keselamatan bagi sesamanya?

Oleh sebab itu, orang percaya harus mengembangkan diri, memaksimalkan semua potensi guna kepentingan Kerajaan Allah. Kemalasan yang merupakan sikap yang tidak bertanggung jawab adalah dosa. Orang malas yang tidak bertanggung jawab dalam bidang yang digelutinya berarti tidak melayani Tuhan dengan baik. Dalam hal ini, seluruh wilayah dan waktu hidup kita adalah wilayah pelayanan bagi Tuhan; bukan hanya lingkungan gereja. Tidak ada wilayah dan waktu dalam hidup ini yang bisa dikatakan “daerah netral” di mana orang percaya boleh hidup untuk dirinya sendiri.

Bagi seorang pengusaha, berhubung bisnisnya adalah pelayanan, maka semua hasil yang diperoleh dari bisnisnya tersebut haruslah dipersembahkan bagi Tuhan. Dipersembahkan bagi Tuhan berarti:
Pertama adalah untuk keluarganya. Keluarga adalah pekerjaan Tuhan. Anak-anak adalah aset Kerajaan Surga yang dipersiapkan menjadi “anak panah Tuhan.”
Kedua, merawat orang tua yang adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Harus selalu diingat, bahwa anak-anak dibesarkan oleh orang tua. Anak-anak harus merawat orang tua dengan baik.
Ketiga, kita harus memperhatikan keluarga besar (paman, tante, keponakan dan lain sebagainya).
Keempat, menolong masyarakat di sekitar kita. Keberhasilan dan prestasi kita dapat menjadi naungan bagi banyak orang; mulai dari pembantu rumah tangga, supir, pegawai sampai semua kolega bisnis serta masyarakat luas.
Akhirnya, kelima, orang percaya harus sepenuhnya memikul tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan, yaitu turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan di gereja.

Urut-urutan di atas ini bukanlah urut-urutan secara mutlak, tetapi relatif. Hal ini tergantung situasi di mana Tuhan menempatkan orang percaya. Pada prinsipnya adalah segala sesuatu yang orang percaya lakukan harus dilakukan bagi Tuhan. Dalam hal ini, seseorang harus bertumbuh dewasa memiliki manusia batiniah yang cemerlang seperti Yesus, sehingga dapat membangun motivasi hidup seperti Yesus: Makanan-Ku melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.