10. PERJUANGAN MENYALIN ALKITAB

Pembahasan mengenai proses menyalin Alkitab harus dicantumkan di sini, sebab hal ini lebih membuka wawasan kita mengenai bagaimana Alkitab ditulis dan diwariskan kepada anak cucu. Perjuangan mereka menyalin Alkitab Perjanjian Lama dan memperjuangkannya agar tetap eksis adalah sumbangan yang tidak ternilai bagi kita orang percaya. Naskah asli Perjanjian Lama tentu saja banyak yang sudah rusak karena dimakan usia. Biasanya setelah orang-orang Yahudi menyalin kitab-kitab Perjanjian Lama, maka kitab yang disalin atau kitab yang lama dimusnahkan. Pada waktu pemusnahan naskah lama, mereka melakukan semacam upacara atau seremonial. Hal ini dilakukan seperti sebuah upacara pemakaman. Praktik ini menunjukkan betapa mereka menghargai naskah-naskah tersebut. Dengan demikian yang masih ada adalah salinan yang baru. Inilah kebiasaan atau menjadi pola dalam praktik penyalinan Alkitab Perjanjian Lama yang diturunkan dari generasi ke genarasi melalui komunitas tersebut.

Para penyalin kitab Perjanjian Lama tersebut adalah orang-orang Yahudi yang bersedia melakukan pekerjaan yang sangat berat. Mereka bisa disebut sebagai Massorah. Oleh karenanya hasil karya mereka disebut sebagai Masoret. Masoret yang terkenal adalah Masoret dari Tiberias, dari keluarga Yahudi yang sangat setia terhadap Taurat, yaitu keluarga Ben Asher. Ketika bahasa Ibrani mulai tidak dipakai sebagai bahasa sehari-hari, maka pelafalan Perjanjian Lama yang hurufnya semua adalah huruf mati (konsonan) memiliki kemungkinan besar tidak dikenal lagi pelafalannya secara benar. Para Massorah berusaha agar pelafalan bahasa Ibrani dalam Kitab Perjanjian Lama tetap eksis atau tidak hilang, maka mereka membuat kode-kode di atas huruf-huruf dalam naskah tersebut. Karya Masoret yang penting yang kemudian hari ditemukan adalah karya yang luar biasa.

Para Massorah menyerahkan hidup untuk mengabdikan diri guna menyalin Perjanjian Lama, agar kitab tersebut tetap eksis atau dilestarikan dengan keakuratan isi kitabnya. Mereka adalah orang-orang yang secara khusus dididik, dilatih dalam seni menulis, dan menguasai hukum Taurat. Dengan usaha tersebut mereka menjadi berfungsi dan sangat berperan sebagai penjaga keutuhan teks Alkitab Perjanjian Lama. Dalam hal ini Tuhan memakai mereka untuk menjaga kelestarian Perjanjian Lama dengan keutuhan dan ketepatan isinya.

Dalam menyalin Perjanjian Lama, mereka sangat serius untuk tidak mengubah teks yang mereka salin dan harus berusaha tetap menjaga keaslian isinya. Untuk itu mereka memiliki prosedur khusus yang harus ditaati dengan ketat. Ketika tertumbuk pada huruf atau kata yang tidak jelas atau meragukan, maka mereka tidak akan merubah apa pun, tetapi memberi tanda titik di atas huruf atau kata tersebut. Inilah fungsi dari Massorah (istilah Ibrani yang artinya menjaga teks itu).

Demi keaslian kitab Perjanjian Lama dalam pengucapan dan isinya, para Massorah menciptakan tanda-tanda huruf hidup (vokal) di atas dan di bawah huruf Ibrani, agar pelafalan yang benar dapat dilestarikan. Dengan demikian keutuhan dan keaslian Alkitab Perjanjian Lama benar-benar dapat terjamin. Para Massorah tidak mengubah teks Perjanjian Lama sama sekali, mereka hanya menambahkan kode untuk pelafalan vokalnya saja.

Para Massorah juga menjaga agar proses penyalinan dapat berlangsung dengan tepat. Untuk itu, mereka menciptakan pola memeriksa kembali. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya suatu kesalahan yang bisa terjadi, maka mereka memberi nomor di setiap ayat, kata, dan huruf, lalu menghitungnya, jumlah setiap huruf dalam setiap kitab. Para Massorah menghitung huruf tengah, kata tengah, dan ayat tengah. Mereka mencoba menghitung setiap ayat dan bab, sehingga setelah selesai menyalin suatu teks, mereka dapat memastikan bahwa salinannya tepat seperti aslinya. Inilah hasil kerja keras para Massorah terhadap Alkitab Perjanjian Lama dengan teks Ibrani yang sekarang disebut dengan Teks Masoret.

Ketika teks Perjanjian Lama terbukti benar, maka Kekristenan terbukti benar
dan semua usaha untuk menjiplak data kebenaran Alkitab
dapat diketahui kepalsuannya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.