10. PENGALAMAN YANG MENDEWASAKAN

Sering kita mendengar bahwa Allah adalah Allah yang Mahabesar, Mahadahsyat dan Maha Luar Biasa dan lain sebagainya. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia, tetapi sesungguhnya betapa sulitnya bagi orang Kristen untuk memercayai Allah sebagai Bapa. Bapa mengerti itu, sebab banyak persoalan berat di depan mata mereka dan yang mengancam hidup mereka, sementara Allah tidak terlihat dan tidak dapat tersentuh sama sekali. Kadang-kadang orang percaya menjadi begitu tidak percaya kepada Allah Bapa, sampai-sampai meragukan apakah Allah ini sebenarnya ada atau tidak. Mereka tidak berani mengatakan bahwa Allah tidak ada, tetapi sering mereka menjadi bingung dan bertanya-tanya: Mengapa Allah tidak nyata bagi mereka? Mengapa Allah seperti meninggalkan mereka sendiri?

Allah mengetahui pada waktu mana orang Kristen kecewa dan berpikir bahwa Allah tidak setia, yaitu
• Pada waktu doa-doa yang mereka naikkan kepada Tuhan tidak segera dijawab oleh Tuhan.
• Orang percaya sering tidak melihat tanda-tanda Allah hadir dalam hidup mereka.
• Lebih menyakitkan hati mereka, ketika mereka melihat orang-orang yang tidak mengenal Allah yang benar, ternyata hidup lebih tenang, nyaman dan sukses dalam pandangan mata secara umum.
Sedangkan orang percaya yang berusaha untuk melayani Tuhan, mengalami keadaan yang bertolak belakang dengan keadaan mereka.

Orang-orang Kristen yang kecewa tersebut tidak mengakui bahwa diri mereka sakit hati, tetapi sebenarnya di kedalaman hati mereka ada perasaan itu. Mereka tidak jujur dengan diri mereka sendiri, sebenarnya ada kemarahan kecil di dalam hati mereka kepada Tuhan. Mereka berkata di kedalaman hatinya: Mengapa Bapa tidak memedulikan aku, mengapa Bapa tidak segera menolongku? Bapa mengerti dan bisa cukup maklum, sebab merekadipandang belum dewasa. Tetapi kalau orang percayadianggap sudah dewasa, tetapi masih berpikir demikian, maka Bapa akan mendisiplin mereka.

Orang percaya harus tahu bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka sendirian. Roh Allah selalu menyertai orang percaya. Tetapi mereka harus mengerti kalau Allah menyertai mereka bukan berarti setiap persoalan mudah diselesaikan oleh Allah. Tidak selalu Allah mengabulkan doaatau segera menjawab doa orang percaya seperti yang mereka inginkan. Harus dimengerti bahwa kuasa kegelapan mengabulkan apa yang manusia minta, tetapi Allah memberi apa yang terbaik bagi umat pilihan-Nya. Dengan cara memberi apa saja yang diminta manusia, kuasa kegelapan dapat menghancurkan hidup manusia itu. Berbeda dengan Allah yang benar dan baik, yang tidak mudah mengabulkan doa. Allah mempersiapkan orang percaya menjadi anak-anak Allah yang agung dan mulia.

Orang percaya yang dewasa harus mengetahui bahwa semua pengalaman yang orang percaya alami merupakan cara Allah mendewasakan. Maka sesunggunya, tidak ada satu lembar daun yang gugur di luar kehendak Allah. Itu berarti semua hal dalam kontrol dan monitor Allah dengan sempurna. Seperti dikatakan oleh Firman Tuhan bahwa jumlah rambut kitapun terhitung oleh Allah yang peduli. Kalau tidak satu ekor pun burung pipit dibiarkan oleh Allah jatuh ke tanah, apalagi orang percaya yang jauh lebih berharga dari banyak burung pipit. Tentu Allah sangat memedulikan orang percaya. Allah sangat memedulikan orang percaya, lebih dari yang dapatdipikirkan oleh mereka. Kalau Putra Tunggal-Nya yang paling disayangi rela diberikan bagi manusia, apalah artinya yang lain?

Ketika seseorang merasa ditinggalkan oleh Allah, itu berarti orang Kristen tersebut tidak dewasa. Orang tersebut belum mengenal Allah dengan baik. Orang tersebut bersikap tidak menghormati Allah. Tidak mungkin ada ibu meninggalkan bayi yang sedang disusuinya, tetapi seandanya ada ibu seperti itu, Allah tidak akan pernah melakukannya. Allah pasti memenuhi janji-Nya, bahwa Allah menyertai orang percaya senantiasa sampai pada kesudahan alam. Bahkan setelah kesudahan alam,Tuhan akan membawa orang percaya masuk ke dalam Rumah Bapa, supaya di mana ada Putra Tunggal Bapa, yaitu Tuhan Yesus, orang percaya pun juga ada di sana.

Karena Tuhan menginginkan selalu bersama orang percaya, maka Tuhan mempersiapkan mereka untuk layak masuk rumah Bapa. Persoalan-persoalan yang orang percaya alami sesungguhnya merupakan cara Allah mengubah hidup mereka untuk dapat berkodrat Ilahi. Melalui persoalan-persoalan hidup yang terjadi, orang percaya menjadi lebih dewasa dan menjadi sempurna. Tanpa persoalan-persoalan tersebut orang percaya tidak dapat berubah. Persoalan-persoalan hidup yang dialami orang percaya, seperti api yang memurnikan emas. Hal ini dimaksudkan agar orang percaya menjadi seperti emas yang berkadar tinggi (1Ptr. 1:3-7).

Kita harus percaya bahwa persoalan-persoalan hidup akan membuat orang percaya lebih rendah hati, lebih mengerti orang lain, lebih lemah lembut dan kita dapat mengangkat kepala ke atas melihat Kerajaan Tuhan Yesus di langit baru dan bumi yang baru. Orang percaya harus memahami bahwa kenyamanan hidup di bumi, di mana mereka hidup tanpa persoalan, bisa menjadi racun yang membunuh iman yang murni. Oleh sebab itu kita harus percaya kepada Tuhan tanpa kecurigaan sedikitpun. Tuhan akan selalu di samping orang percaya. Tuhan menggenggam tangan orang percaya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.