10 November 2014: Satu Kali Saja

Perjumpaan antara mahkluk ciptaan dalam hal ini manusia dengan Tuhan adalah sesuatu yang sangat indah. Benar-benar luar biasa. Keindahannya bukan saja dinikmati oleh manusia tetapi juga dinikmati oleh Tuhan sendiri. Itulah sebabnya Tuhan sangat menghendaki persekutuan yang harmoni dengan orang percaya. Pernahkah saudara berpikir bahwa dalam fakta kekekalan ada sebuah fragmen mengenai seorang anak manusia, yaitu nama saudara dengan Tuhan semesta alam sebagai sekutu abadi? Hal itu dimulai sejak ada di bumi yang singkat ini. Jadi kesempatan untuk membangun hubungan itu hanya satu kali selama di bumi ini. Kalau kesempatan ini berlalu maka tidak ada kesempatan kedua.

Seandainya tidak pernah ada manusia maka tidak akan ada perjumpaan antara Tuhan dan seorang manusia pun. Ini berarti tidak pernah ada hubungan yang eksklusif dengan Tuhan atau tidak pernah ada persekutuan antara Tuhan dengan makhluk yang disebut manusia. Dan jika tidak ada perjumpaan tersebut memang tidak ada kerugian atau juga tidak ada keuntungan. Tetapi kalau Sang Pencipta sudah menciptakan manusia, ini berarti manusia harus memiliki persekutuan dengan Dia. Oleh sebab itu jika tidak ada persekutuan maka terdapat kerugian yang sangat besar. Kerugian yang tidak ternilai. Ini berarti manusia terancam kebinasaan. Inilah fakta yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang beresiko tinggi. Hal ini harus disadari oleh setiap orang.

Memahami hal ini maka seharusnya kita semua benar-benar menyadari bahwa hidup ini bukan sekedar sebuah perjalanan sederhana yang singkat, setelah itu berlalu tanpa dampak atau akibat. Bila seseorang memiliki pemahaman seperti ini maka berarti ia telah sekelas tidak beda dengan hewan (1Kor. 15:32). Manusia seperti ini pasti terbuang dari hadirat Allah selamanya. Mereka tidak akan pernah mengerti bagaimana menghormati Tuhan secara pantas. Kita mengagumi Tuhan yang menciptakan fakta adanya hubungan yang eksklusif ini. Sekarang sebagai ciptaan kita harus menemukan bahwa Tuhan memberi kemampuan manusia untuk bisa memilikinya. Kehebatan anugerah-Nya ini harus kita temukan yaitu indahnya persekutuan dengan Tuhan sebagai Bapa. Itulah sebabnya dikatakan bahwa hidup ini adalah suatu petualangan yang hebat. Puncak kehebatan hidup ini adalah kita diperkenan memiliki perjumpaan dengan Pribadi Mahaagung yang berkenan menjadikan kita sekutu-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.