10. IKUT MENDERITA

DALAM KITAB ROMA 8:17 Firman Tuhan mengatakan: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”. Dalam ayat ini orang percaya disejajarkan dengan Tuhan Yesus dalam mewarisi “janji-janji” Allah. Kepada Anak Tunggal-Nya, Bapa berjanji akan mempermuliakan artinya memberikan kemuliaan yang Bapa pernah berikan sebelum dunia dijadikan dan sebelum Ia turun ke bumi berinkarnasi sebagai manusia. Orang percaya yang menjadi anak-anak Allah juga menerima janji-janji Allah Bapa bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Tetapi untuk menerima

kemuliaan bersama-sama dengan Kristus, hal ini bersyarat. Syaratnya adalah ikut menderita bersama dengan Dia. Menderita bersama dengan Dia maksudnya adalah mengalami kesulitan hidup demi menyelesaikan tugas yang Bapa percayakan kepada anak-anak-Nya, baik kepada Anak Tunggal Bapa dan anak-anak Allah lainnya.

Salib yang dipikul oleh Tuhan Yesus adalah penderitaan demi keselamatan orang lain. Salib kita masing-masing juga kita pikul demi keselamatan sesama. Semua orang percaya harus memiliki salibnya sendiri. Tentu saja sebelum kita memikul salib kita sendiri telah mengalami keselamatan. Sebenarnya kalau seseorang benar-benar mengalami keselamatan, maka ia pasti mengusahakan agar orang lain juga mengalami keselamatan. Orang-orang seperti ini akan berani membayar berapa pun harganya, sebab nilai jiwa manusia lebih dari semua kekayaan dunia ini. Nilai jiwa manusia tidak terhingga. Orang yang sudah mengalami keselamatan, akan mengisi hidupnya -selain terus berusaha mengerjakan keselamatannya, yaitu bagaimana menjadi anak Allah yang sempurna atau ideal- juga mengusahakan orang lain mengalami kesempurnaan.

Untuk melakukan ini, maka semua milik dipertaruhkan atau dikorbankan -baik tenaga, waktu, pikiran, harta dan lain sebagainya. Semua ini dilakukan sebagai pengabdian kepada Tuhan.

Pengorbanan segenap hidup yang dipersembahkan oleh anak-anak Allah yang baik, akan sampai pada taraf “menyakitkan”. Inilah prajurit yang baik, yang rela menderita demi tugas yang disandangnya. Penderitaan inilah yang dimaksud dengan salib kita masing-masing.1 Penderitaan tersebut akhirnya menjadi kenikmatan dan kebanggaan, Paulus berkata bahwa ia bermegah dalam penderitaan salib.2 Maksud pernyataan ini adalah bahwa Paulus bangga jika harus mengalami berbagai kesulitan hidup -bahkan penderitaan demi pelayanana pekerjaan Tuhan- dimana ia memberitakan Injil. Ia sangat percaya bahwa penderitaan yang dialami akan mengerjakan sesuatu yang sangat berharga dan mulia di kekekalan.3 Apa yang ditabur tidak sia-sia. Ia akan menuainya di kekekalan. Itulah sebabnya ia memandang penderitaan yang dialaminya sebagai “karunia”.4 Karunia artinya pemberian yang sangat berharga. Ternyata tidak banyak orang -yang menjadi umat pilihan Allah yang benar-benar terpilih- mengerti kebenaran dan hidup dalam kebenaran itu. Hanya orang yang mengerti kebenaran yang rela menderita bersama dengan Tuhan Yesus. Kitalah yang harus terus berusaha menjadi umat pilihan yang benar-benar terpilih.

Kalau tidak ada salib Kristus, maka tidak akan pernah ada salib-salib lainnya. Hendaknya kita tidak memandang salib sebagai suatu beban, tetapi kesempatan untuk memperoleh harta abadi yang tiada tara. Dengan salib kita masing-masing, maka Bapa juga menyediakan masa depan yang penuh harapan. Tanpa salib, seseorang tidak akan dapat kesempatan dimuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Inilah yang menjadi sumber kebahagiaan dalam diri orang percaya, yaitu mereka yang mengalami aniaya karena Kristus. Penderitaan mendatangkan kemuliaan.

1) Matius 10:38 ; 2) Galatia 6:14 ; 3) Roma 8:18 ; 4) Filipi 1:29

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.