1. PENGKHIANATAN

Dalam Injil terdapat kisah mengenai salah seorang murid Yesus yang menjual-Nya, yaitu Yudas. Dari kisah hidup Yudas dalam hubungannya dengan Yesus, dapat dipetik banyak pelajaran rohani yang berharga. Mengamati kehidupan Yudas sangat penting, sebab Yudas merupakan kunci dalam memahami hal “pemilihan Allah”. Siapakah Yudas itu sebenarnya? Yudas adalah salah satu dari dua belas murid Tuhan Yesus yang ditunjuk langsung oleh Tuhan Yesus sendiri (Mat. 10:4; Mrk. 3:19; Luk. 6:16). Yudas dikenal sebagai Yudas anak Simon Iskariot. Perlu diketahui, bahwa ada banyak nama Yudas selain Yudas Iskariot ini. Ada Yudas saudara Tuhan Yesus, Yudas bin (anak) Yakobus dan Yudas yang diidentifikasi dari Tarsus.

Pemilihan atas murid-murid Yesus, di mana Yudas termasuk salah satunya, didahului dengan doa semalam-malaman oleh Tuhan Yesus (Luk. 6:12). Tentu, Tuhan Yesus tidak bersandiwara dalam pemilihan tersebut. Sangatlah tidak mungkin kalau Tuhan Yesus berpura-pura memilih Yudas, namun dibalik itu Tuhan Yesus berniat untuk menjadikannya “alat kejahatan”. Alat kejahatan artinya, Yudas dijadikan seseorang yang berwatak buruk yaitu “suka mencuri” dan demi uang kecil, ia mengorbankan Gurunya. Adalah mustahil, kalau Tuhan bekerja sama dengan Iblis yang merasuki Yudas untuk merusak karakter Yudas, yang akhirnya membuat Yudas mengkhianati diri-Nya.

Sesungguhnya, Tuhan Yesus memang memilih Yudas untuk dijadikan salah satu dari para rasul. Semua yang diajarkan Tuhan Yesus di depan murid-murid dan orang banyak, termasuk bagi Yudas, tentunya bukan sandiwara. Ia memberikan pengajaran-Nya, agar Yudas menjadi rasul yang baik, sebagaimana untuk murid yang lain. Dalam Kisah Para Rasul 1:25 tertulis: “…untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Dari kalimat ini, jelaslah bahwa Yudas memang dirancang menjadi salah satu dari rasul Tuhan Yesus. Kalau pada akhirnya Yudas ternyata gagal menjadi rasul, hal itu merupakan pilihan dan keputusannya sendiri untuk meninggalkan jabatan kerasulannya.

Dalam Kisah Para Rasul 1:17, dikatakan bahwa dahulu Yudas termasuk bilangan murid-murid terkemuka dan mengambil bagian di dalam pelayanan. Jabatan rasul memang diperuntukkan bagi Yudas, tetapi Yudas meninggalkannya atas kemauannya sendiri dalam kesadaran penuh. Yudas sendiri yang meninggalkan jabatan rasul tersebut, bukan karena kemauan Tuhan. Jadi, pengkhianatan Yudas bukan rekayasa Tuhan sama sekali.

Apa yang terjadi dalam kehidupan Yudas, paralel dengan apa yang dialami bangsa Israel ketika keluar dari Mesir menuju Kanaan. Tuhan menghendaki bangsa Israel dapat dibawa ke negeri yang subur, yang berlimpah susu dan madu. Tetapi ternyata, sebagian besar dari mereka tewas di padang gurun. Apakah Tuhan menghendaki demikian? Tentu tidak. Dalam 1 Korintus 10:1-13, ditunjukkan oleh Paulus bahwa kegagalan mereka mencapai Kanaan disebabkan karena mereka menginginkan hal-hal yang jahat, menyembah berhala, melakukan percabulan, mencobai Tuhan, dan bersungut-sungut. Pertanyaan yang bisa muncul adalah mengapa Tuhan mengizinkan mereka mengalami pencobaan sehingga mereka jatuh dan akhirnya gagal memenuhi rencana Allah? Sebelum sampai di tanah Kanaan, mereka harus menjadi dewasa melalui berbagai ujian atau pencobaan (yang pasti tidak melampaui kekuatan mereka). Kalau akhirnya mereka gagal, hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak layak menjadi umat Tuhan.

Paulus mengatakan bahwa semua itu menjadi contoh bagi kita orang percaya (1Kor. 10:11). Dengan pernyataan ini, Paulus menunjukkan bahwa sebagaimana mereka dapat gagal menjadi umat pilihan, maka kita pun berpeluang untuk gagal. Kegagalan Yudas menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi orang percaya sepanjang zaman sampai Tuhan datang kembali. Pelajaran itu adalah bahwa seseorang yang sudah menjadi pilihan Tuhan belum tentu tidak bisa gagal dalam pengiringannya kepada Tuhan. Seperti Yudas, akhirnya ia berkhianat dengan menjual Yesus. Hal ini terjadi atas pilihan dan keputusan Yudas sendiri.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.