1 November 2014: Menemukan Tuhan

Firman Tuhan mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr. 11:6). Kalau kita sungguh-sungguh percaya bahwa Allah itu ada, mengapa kita tidak berusaha sekuat tenaga tanpa batas untuk menemukan Dia? Menemukan Tuhan artinya mengalami Tuhan secara nyata, sehingga bisa berinteraksi dengan Tuhan. Senyata pribadi-pribadi di bumi ini yang kelihatan, yang dengan mereka kita berinteraksi, demikian pula dengan Tuhan yang tidak kelihatan dengan mata jasmani. Tokoh-tokoh Alkitab mengalami Tuhan begitu nyata. Apa yang mereka alami bukanlah dongeng atau cerita yang direkayasa, tetapi sebuah fakta empiris luar biasa. Seperti mereka mengalami Tuhan, orang percaya zaman sekarang juga bisamengalami Tuhan. Dan Tuhan menyediakan diri untuk dialami oleh orang percaya yang sungguh-sungguh mencari Dia. Tuhan sendiri yang berfirman agar kita mencari Dia, dan Tuhan berkenan ditemui (Yes. 55:6). Hal ini dimaksudkan agar ada tindakan konkrit dengan segala pengorbanan untuk menemukan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa menemukan Tuhan bukan hal mudah yang bisa terjadi secara otomatis. Hanya orang-orang yang serius berurusan dengan Tuhan yang dapat menemukan-Nya. Tuhan Mahamurah, tetapi Tuhan bukanlah Tuhan yang murahan. Banyak orang beragama termasuk orang-orang Kristen yang tidak menemukan Tuhan oleh sebab mereka tidak berani berkorban menyediakan diri untuk mencari Dia. Tidak mengherankan kalau banyak orang yang tidak menemukan Tuhan dalam hidup mereka. Oleh karena sedikit sekali orang yang benar-benar menemukan Tuhan, maka banyak orang sangat pesimis bisa menemukan Tuhan. Banyak orang tidak bersemangat mencari Tuhan dan menganggap bahwa hanya orang-orang tertentu yang memiliki karunia khusus yang dapat menemukan Tuhan. Dipicu lagi oleh kesan yang ditimbulkan oleh beberapa pembicara yang mengisyaratkan bahwa hanya hamba-hamba Tuhan seperti pendeta dan mereka yang mengaku hamba Tuhan yang dapat menemukan Tuhan, maka banyak orang Kristen semakin pesimis untuk dapat menemukan Tuhan. Dalam hal ini Tuhan tidak membuat diskriminasi. Semua orang percaya memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk mengalami Tuhan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.