1. MENEMUKAN WAJAH YESUS

SATU HAL YANG SANGAT penting untuk dipahami adalah bahwa Allah Bapa menghendaki agar suatu hari nanti Ia menemukan orang-orang yang berkepribadian seperti Anak Tunggal-Nya, sehingga Tuhan Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Menjadi yang sulung artinya bahwa Tuhan Yesus terlebih dahulu berprestasi mencapai kehidupan sempurna seperti yang Bapa kehendaki. Selanjutnya ada banyak orang percaya yang juga memiliki kehidupan seperti diri-Nya. Menjadi saudara bagi Tuhan Yesus berarti menjadi manusia Allah seperti Tuhan Yesus. Inilah prestasi yang harus dicapai oleh setiap orang percaya. Bapa ingin dapat menemukan wajah Yesus ada di dalam diri setiap orang percaya. Dalam hal ini pengakuan Paulus yang mengatakan: Hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku adalah standar yang harus dimiliki semua orang percaya.1 Kalau Paulus mengatakan bahwa hidupnya bukan dia lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam dirinya, berarti ia harus mati terlebih dahulu agar Tuhan Yesus bisa hidup di dalam dirinya. Kristus tidak bisa hidup dalam diri orang percaya tanpa orang percaya tersebut mengalami kematian.

Untuk mencapai level ini dibutuhkan pengorbanan yang sangat mahal dengan usaha yang sangat serius, sebab untuk memiliki pencapaian kehidupan rohani seperti Paulus ini tidak ada cara lain kecuali mati. Mati agar kehidupan Kristus terbangkitkan dalam diri orang percaya. Apa yang dimaksud dengan mati di sini? Dan apa yang dimaksud dengan kehidupan Kristus? Tentu kematian yang dimaksud di sini bukanlah mati dalam arti jasmani dimana seseorang harus dikubur di tanah dan kembali menjadi debu. Kematian di sini maksudnya adalah pemadaman keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dalam diri seseorang. Kematian di sini juga berarti pemadaman kehidupan wajar yang dimiliki manusia pada umumnya dan bersedia mengenakan
SUARA KEBENARAN “Bapa ingin dapat menemukan wajah Yesus ada di dalam diri setiap orang percaya.” kehidupan seperti yang dikenakan oleh Tuhan Yesus. Kehidupan Tuhan Yesus adalah model manusia yang diingini oleh Allah. Jika kita hendak memahami manusia macam apakah yang dikehendaki oleh Allah, maka diri Tuhan Yesuslah jawabannya. Selanjutnya, kehidupan Kristus berarti karakter yang berstandar Allah atau yang sama dengan sempurna seperti Bapa.

Kematian seperti yang dimaksud di atas akan melahirkan kehidupan ilahi, yaitu karakter Allah dalam diri seseorang. Sehingga orang percaya yang bersedia mati bisa menampilkan pribadi dan kehadiran Allah bagi lingkungannya. Inilah sebenarnya tujuan utama menjadi orang percaya atau umat pilihan Perjanjian Baru, sebagai penggenapan rencana Allah sejak manusia diciptakan oleh-Nya. Tidak ada prestasi yang lebih penting dari prestasi ini. Prestasi inilah yang mengundang pengakuan Allah Bapa sebagai Anak yang berkenan di hadapan Dia. Dalam hidup ini seharusnya kita menjadikan pencapaian menampilkan kehidupan Kristus di dalam diri kita sebagai satu-satunya prioritas. Jika ada hal lain yang dipandang penting, maka proses mengenakan kehidupan Tuhan Yesus tidak pernah terwujud.

Jika seorang anak Tuhan benar-benar berhasrat untuk memiliki kehidupan ilahi tersebut, maka ia harus berusaha semaksimal mungkin mengerahkan seluruh daya yang ada padanya. Sebab hal ini tidak bisa dilakukan dengan usaha setengah-setengah. Harus berani mempertaruhkan hidup tanpa batas, baik tenaga, pikiran, waktu dan segala hal yang ada di dalam kehidupan kita. Jika ada hal lain yang dianggap lebih menarik dari mengenakan pribadi Kristus, maka ia tidak pernah mencapai prestasi ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan barang siapa tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya ia tidak dapat menjadi murid-Nya. Melepaskan diri dari segala milik berarti bersedia masuk ke dalam proses kematian diri sendiri demi kehidupan Allah terbangkitkan dalam dirinya. Dengan memahami kebenaran ini diharapkan akan dilahirkan manusia-manusia ilahi (man of God) yang dipersiapkan untuk menjadi saudara-saudara bagi Tuhan Yesus Kristus, yang nantinya akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus mewarisi Kerajaan Allah atau dimuliakan bersama dengan Kristus untuk menerima janji Bapa.

1) Galatia 2:19-20

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.