09. NASKAH ASLI PERJANJIAN LAMA

Seperti yang dikemukakan berkali-kali bahwa Alkitab ditulis oleh 40 orang dalam rentang waktu selama 1.500 tahun; ini adalah suatu rentang waktu yang sangat panjang. Jika dipertanyakan manakah Alkitab yang asli atau naskah asli (autograf) dari sekian banyak naskah yang diakui sebagai Firman Tuhan, maka pertanyaan tersebut sebenarnya adalah pertanyaan yang sudah didasarkan pada suatu presmis atau asumsi tertentu. Sudah jelas si penanya telah memiliki pemikiran bahwa Kitab Suci orang Kristen dihadirkan dalam bentuk suatu kumpulan buku yang sudah jadi. Pengertian ini adalah pengertian secara mistis. Sebenarnya Alkitab tidak dihadirkan dengan cara demikian.

Kitab-kitab paling tua dan awal dalam Alkitab adalah 5 kitab Musa yang dikenal sebagai Pentateuch. Kitab ini ditulis sekitar sejak tahun 1.500 sebelum Masehi oleh Musa. Walaupun Musa dikenal sebagai penulisnya, sangat besar kemungkinan bukan hanya Musa yang menulis, bahkan mungkin bukan Musa sebagai penulisnya, sebab setelah Musa meninggal dunia penulisan itu tetap berlangsung, artinya kelima kitab Musa juga mengisahkan kematiannya. Bagaimana orang mati masih bisa menulis? Lagi pula terdapat budaya dunia sastra dalam kehidupan manusia pada waktu itu bahwa hasil penulisan orang tertentu tidak mencantumkan nama penulis aslinya, tetapi mencantumkan nama orang besar sebagai penulisnya. Hal ini dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada sosok orang besar tersebut.

Sebagai orang percaya, kita tidak perlu mempersoalkan mengenai hal tersebut, apakah Musa yang menulis bersama dengan orang lain, atau semua isi Pentateuch ditulis oleh orang lain. Tetapi yang terpenting adalah bahwa kelima kitab Musa terbukti memiliki benang merah dengan Perjanjian Baru secara jelas sekali, khususnya terkait dengan karya keselamatan dalam Yesus Kristus. Dari kelima kitab Musa, terkuak rencana Allah yang sangat jelas mengenai maksud Allah menciptakan manusia, kejatuhan dan penyelamatannya. Kelima kitab Musa adalah kitab-kitab yang sangat luar biasa. Kelima kitab Musa memuat kebenaran sejarah umat manusia yang tidak ditemukan dalam ajaran agama manapun. Jadi, kalau ada kitab yang juga memuat kisah yang mirip atau sama dengan kelima kitab Musa, bisa dipastikan bahwa sumbernya adalah kelima kitab Musa tersebut.

Tentu saja Alkitab ditulis dengan media yang sangat primitif dan secara bertahap, dari menggunakan sarana dan media tanah liat, batu, kayu dan lilin, tembikar, logam, papirus dan lain sebagainya. Akhirnya manuskrip-manuskrip (tulisan-tulisan kuno) menggunakan kulit binatang. Dari manuskrip-manuskrip yang menggunakan kulit binatang ini, terbangunlah saksi abadi kebenaran Alkitab.

Perjanjian Lama sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani
di Alexandria (Mesir) oleh sekitar 70 orang Yahudi
antara tahun 250-130 sebelum Masehi, yang disebut sebagai Septuaginta.

Kitab ini menjadi acuan dan dasar kitab Perjanjian Lama yang digunakan oleh orang percaya sampai sekarang ini.

Hampir semua isi kitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, dan pada mulanya semuanya hanya terdiri dari konsonan (huruf mati), tanpa vokal (huruf hidup). Selain itu Perjanjian Lama juga ditulis dalam bahasa Aram. Bahasa Aram yang masih serumpun dengan dengan bahasa Ibrani. Jadi, tidak heran kalau terdapat banyak kesamaan pada bahasa Ibrani dengan bahasa Aram. Bahasa Aram juga digunakan sebagai bahasa yang umum atau semacam lingua franka yang dipakai di Timur Tengah sekitar tahun 600 sebelum Masehi sampai abad 1 Masehi.

Dalam Perjanjian Lama beberapa bagian ditulis dalam bahasa Aram antara lain: Kejadian 31:47, Yeremia 10:11, Daniel 2:4b-7:28, juga di beberapa pasal alam kitab Ezra (Ezr. 4:8-6:18; 7:12-26). Perlu ditambahkan di sini bahwa ketika ditemukan naskah-naskah Laut Mati ternyata ada beberapa bagian Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa Aram antara lain Daniel 2:4b-7. Naskah Laut Mati adalah autograf dalam bentuk gulungan yang ditemukan di wilayah sekitar Laut Mati. Kitab Perjanjian Lama dipertahankan dengan sangat hebat dari generasi ke generasi. Mereka mempertaruhkan hidup dan nyawa mereka demi Alkitab Perjanjijian Lama tersebut. Jika tidak demikian, maka tidak pernah ditemukan naskah-naskah tersebut.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.