09. KESEMPATAN MENJADI ANAK ALLAH

Kita harus menyadari bahwa tidak semua orang diberi kesempatan menjadi anak Allah. Menjadi anak Allah adalah keagungan yang melampaui segala keagungan apa pun di jagad raya ini. Kita tidak akan bisa mengerti sekarang, tetapi suatu hari nanti kita melihat keagungan yang kita tidak pernah duga di dalam Kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh mengupayakan diri menjadi anak Allah, maka sekarang di bumi Bapa akan menunjukkan sebagian kemuliaan yang akan kita saksikan di Kerajaan Tuhan Yesus nanti, dan kemuliaan sebagai anak-anak Allah. Sehingga kita seakan-akan sudah melihat surga sebelum kitadipanggil pulang.

Menjadi umat pilihan yang mengenal anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus adalah hal yang sangat istimewa. Kepada setiap individu umat pilihan, Allah merancang perkara besar, bukan hanya selama hidup di bumi, tetapi sampai pada kekekalan. Itulah sebabnya Allah berurusan dan berperkara dengan masing-masing individu secara khusus dan dengan cara yang sangat istimewa. Hal ini tidak Allah lakukan di zaman sebelum kedatangan Tuhan Yesus ke bumi. Allah berurusan dengan umat Israel dalam kelompok, tetapi dengan orang percaya Allah berurusan secara pribadi.

Umat pilihan diberi kesempatan mengenal anugerah. Di dalam anugerah itu, Roh Kudus mengajar orang percaya untuk bisa memperagakan hidup Yesus di dalam mereka. Jika hal itu terwujud dalam hidup mereka, barulah mereka layak menjadi saudara bagi Yesus. Itu berarti orang percayadiperkenan menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah. Hanya itulah yang dapat menyenangkan dan memuaskan hati Bapa. Tidak semua orang bisa menyenangkan dan memuaskan hati Bapa, tetapi hanya mereka yang menjadi umat pilihan dan dapat memperagakan hidup Yesus. Mereka yang memperagakan hidup Yesus adalah pemenang yang memiliki karunia sulung Roh yang sampai akhir tidak akan menukar hak kesulungannya dengan perkara dunia.

Allahmenghendaki agar fokus hidup orang percaya tidak kepada apa pun dan siapapun, selain kepada Dia; yaitu bagaimana dapat mengerti perasaan Allah dan menyenangkan serta memuaskan hati-Nya. Segala hal yang orang percaya lakukan harus dipertimbangkan apakah hal itu menyenangkan hati Allah atau tidak. Segala hal yang dilakukan dalam hidup ini harus selalu dihubungkan dengan perasaan Allah. Sehingga dalam segala hal yang terjadi dalam hidup ini selalu menjadi perkara antara orang percaya dengan Allah. Ketika orang percaya diperlakukan tidak adil dan dilukai, kemudian memiliki kesempatan dan kekuatan membalas kejahatan orang lain, mereka harus ingat bahwa ini adalah urusan antara orang percaya dan Allah. Jika orang percaya membiasakan diri berpikir demikian, maka mereka tidak akan melukai hati Allah. Dengan cara demikian orang percaya menyenangkan hati Allah. Inilah pelayanan yang benar, yang dikehendaki oleh Allah.

Kalau orang percaya memberi diri dibentuk oleh Roh Kudus agar bisa memperagakan kehidupan Yesus, hal ini sesungguhnya suatu anugerah yang sangat luar biasa, lebih dari apapun yang dapat dimiliki manusia. Sayangnya, banyak orang Kristen yang tidak mau mengerti hal ini. Mereka lebih memperhatikan kuasa Allah demi mukjizat yang mereka harapkan dapat terjadi. Mereka berurusan dengan Allah hanya karena hendak memanfaatkan-Nya. Sebenarnya mereka bersikap kurang ajar terhadap Allah. Mereka mau menjadi majikan bagi diri mereka sendiri dan Allah diperlakukan seperti pembantunya. Mereka adalah kelompok orang Kristen yang tidak akan pernah bisa bertumbuh. Untuk sementara waktu, mereka masih diberi kesempatan bertobat, tetapi kalau mereka selalu menolak untuk melakukan kehendak Allah, maka mereka akan dibinasakan.

Sesungguhnya fokus perhatian orang Kristen yang egois dan tidak dewasa hanya kepada pemenuhan kebutuhan jasmani, sehingga kehendak dan rencana Allah tidak dihargai sama sekali. Mereka tidak memedulikan hal-hal rohani, keselamatan dan kekekalan. Kalau seseorang tidak menghargai hal-hal rohani, keselamatan dan tidak memedulikan kekekalan, maka mereka akan menjadi makhluk yang tidak berharga sama sekali dan pantas dibuang ke dalam api kekal. Allah tidak akan mengizinkan Rumah Kudus-Nya di surgadihuni oleh orang-orang yang tidak menghargai hal-hal rohani, keselamatan, dan tidak menghargai kekekalan (Why. 21:8). Orang-orang seperti itu pasti ditolak oleh Tuhan Yesus, sebab tidak melakukan kehendak Bapa.

Suatu hari nanti, ketika Tuhan Yesus dan orang percayayang telah menang dimuliakan, maka banyakorang Kristen yang tidak setia akan sangat menyesal karena mereka telah menyia-nyiakan anugerah yang sangat berharga. Mereka lebih menyibukkan diri dengan kesenangan-kesenangan dunia dalam segala bentuknya. Dengan cara demikian mereka menukar hak kesulungan yang sangat berharga dengan perkara dunia yang tidak ada artinya. Oleh sebab itu, Allahmenasehatiorang percayaagar bisa memiliki keberadaan sebagai anak Allah yang berkodrat Ilahi, tidak hanya berstatus sebagai beragama Kristen, tetapi belum sah sebagai anak-anak Allah. Berkeberadaan sebagai anak Allah yang berkodrat Ilahi bukanlah karunia, tetapi hasil perjuangan panjang dalam pimpinan Roh Kudus untuk memahami kehidupan Yesus dan memperagakannya di dunia hari ini.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.