07. MENGHADAPI TUDUHAN

Ada orang-orang di luar Kristen yang menyatakan bahwa Kitab Suci orang Kristen atau Alkitab telah dipalsukan. Pernyataan yang juga merupakan tuduhan ini secara tidak langsung hendak merobohkan keyakinan yang dimiliki orang Kristen. Sebab kalau Kitab Sucinya sudah dipandang tidak asli, berarti agamanya juga palsu, tidak bermutu, bernilai rendah dan tidak pantas dianut. Ini sebenarnya sebuah pelecehan yang merusak sendi utama keyakinan orang Kristen. Serangan ini sebenarnya merupakan serangan langsung ke jantung kehidupan keberimanan orang Kristen. Bagaimana sikap yang seharusnya kita -sebagai orang percaya- harus tunjukkan kepada dunia ini ketika menghadapi serangan ini?

Biasanya mereka yang memberi pernyataan tersebut dengan gencar, melakukannya sebagai serangan terhadap orang Kristen. Hal itu dilakukan untuk menyakiti hati orang Kristen dan melecehkan Alkitab. Di lain pihak mereka hendak berusaha agar mereka sendiri, dan para penganut agama yang sealiran dengan mereka dapat membuktikan dan meneguhkan bahwa ajaran agama mereka paling benar. Dengan cara bagaimanapun orang-orang seperti itu akan berusaha mengibarkan bendera ajaran agama mereka sendiri, dan menurunkan bendera agama orang lain. Hal ini bisa terjadi bila mereka berkeyakinan bahwa agama di luar mereka salah. Tidak mengherankan kalau mereka merasa berhak mengatai dan menjuluki semua orang yang tidak seagama dengan mereka sebagai orang kafir. Tentu saja tidak semua orang seagama dengan mereka setuju cara berpikir tersebut dan sikap yang melukai umat agama lain dengan menyerang Kitab Sucinya.

Kita -sebagai orang percaya yang dikehendaki oleh Tuhan mengasihi semua orang, bahkan orang yang memusuhi kita- tidak perlu membantah dan beradu argumentasi, sebab cara mereka memandang Kitab Suci tidak sama dengan orang percaya memandang. Tetapi kita bisa memperkarakan di dalam hati, apakah mereka bisa membuktikan kebenaran tuduhan mereka tersebut? Seharusnya kalau ada orang menuduh bahwa Kitab Suci orang Kristen atau Alkitab palsu, mereka semestinya dapat menunjukkan Alkitab yang asli, atau paling tidak dapat memberi argumentasi bagaimana Kitab Suci yang asli itu. Kalau menunjukkan suatu mata uang palsu, maka ia harus menunjukkan mata uang aslinya. Oleh sebab sangat bodoh dan picik, ketika seseroang menuduh Kitab Suci agama lain adalah palsu. Bisa dipastikan mereka tidak dapat membuktikan kebenaran tuduhan mereka.

Alkitab bukan hanya memuat ajaran atau nasihat-nasihat yang diakui berasal dari Allah, tetapi Alkitab juga ditulis dengan memuat nama-nama yang jelas (raja, penguasa dan lain sebagainya yang terkait), tempat kejadian dan keterangan waktu dan lain sebagainya yang bersifat keterangan tempat dan waktu. Hal ini bisa membuktikan kebenaran isi Alkitab; apakah Alkitab benar atau tidak. Dalam berbagai penggalian arkeologi ternyata sangat banyak hal-hal yang dikemukakan dalam Alkitab terbukti dengan sangat tepat. Hal ini mestinya sudah cukup membuktikan kebenaran Alkitab. Pencantuman nama-nama tokoh di sekitar sejarah dalam Kitab Suci mereka, nama tempat dan waktu, memberi bukti kebenaran Alkitab.

Tuduhan bahwa Alkitab sudah tidak asli lagi atau palsu dibangkitkan
oleh kuasa kegelapan untuk merusak berita Injil keselamatan bagi umat manusia.

Tentu saja dalam hal ini Iblis menggunakan kekuatan agama palsu dan orang-orang yang pikirannya dirasuki kuasa kegelapan untuk menista Alkitab sebagai Firman Tuhan dan Tuhan Yesus secara pribadi. Tuduhan tersebut pasti berasal dari kelompok orang-orang yang merasa bahwa keyakinan agamanya dapat dirongrong oleh kewibawaan, kemurnian, keaslian dan kejujuran Alkitab. Tentu saja kelompok ini adalah kelompok yang tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Ini adalah kelompok yang digerakkan oleh Hillel ben Saakhar atau Lusifer yang memang tidak menghendaki Tuhan Yesus sebagai penguasa yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Oleh sebab itu tidak mengherankan dan kita tidak perlu terkejut kalau serangan terhadap Kitab Suci orang percaya -yaitu Alkitab- tidak pernah akan surut di sepanjang sejarah kehidupan ini, sampai Tuhan Yesus menjemput orang percaya. Iblis akan berusaha merusak Kekristenan, dan menyebarkan berita-berita bohong mengenai Kitab Suci serta tuduhan palsu terhadap Alkitab.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.