07. MEMBERI TELINGA UNTUK MENDENGAR

Setiap kali orang percaya menyampaikan suatu permintaan, Tuhan memperhatikan motivasi di balik permintaan itu. Tuhan menguji batin. Dalam hal ini, masalahnya bukan hanya apa yang orang percaya minta, tetapi juga mengapa orang percaya meminta sesuatu itu kepada Tuhan. Apa pun yang orang percaya minta, tidak ada masalah sama sekali bagi Tuhan, sebabTuhan berkuasa mengadakannya. Tetapi yang Tuhan persoalkan adalah apa artinya sesuatu itu bagi orang percaya dan bagi kepentingan Kerajaan Tuhan? Apakah permintaan orang percaya itu mendatangkan kedewasaan rohaninya dan kemuliaan bagi nama Tuhan?

Banyak orangsering mempersoalkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan dan dibawanya kepada Tuhan (Yak. 4:1-4). Mereka berusaha untuk memperoleh apa yang mereka pandang sebagai suatu kebutuhan, yang menurut pertimbangandapat membahagiakan. Kadang-kadang mereka memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa mereka dengan menggunakan nama Yesus, seakan-akan mereka memiliki hak untuk menuntut Tuhan. Sikap seperti itu menunjukkan sikap kurang hormatkepada Tuhan. Hal itu mereka lakukan selama bertahun-tahun, dari dulu sampai sekarang. Mereka hanya melihat kepentingan mereka sendiri, tetapi mereka tidak mengerti tempat mereka sebagai anak yang seharusnya mengabdi dengan benar.

Pada waktu orang-orang Kristen tersebut masih dipandang Tuhan belum dewasa, hal itu dibiarkan, bahkan tidak jarang Tuhan menuruti keinginan mereka, selama itu tidak membahayakan masa depan kekekalan mereka. Tuhan memahami bahwa merekabelum dewasa, tidak mengenal Dia. Mereka hanya mau dimengerti, tetapi tidak mau mengerti Tuhan. Tetapi waktu berjalan terus, kalau mereka sudah dianggap dewasa oleh Tuhan, maka Tuhan tidak lagi bisa menolerir kalau mereka hanya memikirkan dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Seharusnya, di dunia yang sudah semakin mendekati ujungnya ini, orang percaya tidak lagi memikirkan dan mempersoalkan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan dan dipersoalkan. Hal-hal yang dipikirkan dan dipersoalkan orang percaya seharusnya mengenai pekerjaan dan rencana Tuhan saja, yaitu bagaimana mereka bertumbuh menjadi sempurna seperti Yesus. Sehingga orang percaya dapat hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kalau orang percaya menjadi dewasa, mereka pasti memahami bagaimana dapat melakukan apa yang juga dilakukan Yesus. Hal ini menyukakan hati Bapa di surga. Pada waktu orang percaya menyukakan hati-Nya, sebenarnya itulah pelayanan yang Tuhan inginkan orang percaya lakukan setiap saat.

Kalau orang percaya sudah menjadi dewasa, maka mereka tidak lagi sembarangan membawa permintaan kepada Tuhan. Mengapa demkikian?
Pertama, karena mereka tidak akan lagi berselera memikirkan dan mempersoalkan hal-hal yang tidak mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan dan yang tidak membawa keuntungan bagi kepentingan Kerajaan Allah. Mereka tidak mudah lagi meminta sesuatu, sebab mereka akan selalu hanya membawa permintaan yang sesuai dengan keinginan RohKudus. Semua yang mereka minta sebenarnya adalah segala sesuatu yang dikehendaki dan direncanakan oleh Bapa.

Kedua, kegentaran hadirat Bapa di dalam jiwa mereka membuat mereka tidak sembarangan membawa persoalan-persoalan yang tidak bernilai. Mereka tidak lagi banyak bicara hal-hal yang tidak perlu. Setiap perkataan mereka dalam doa penuh dengan rasa hormat yang tinggi kepada Bapa, sebagaimana seharusnya seorang anak di hadapan bapanya. Mereka hanya ingin menyukakan hati Bapa, tidak lagi mencari kesenangan bagi diri mereka sendiri. Dengan demikian mereka terdorong kuat membangun kehidupan yang suci di hadapan Tuhan setiap hari.

Sebelum dewasa, orang percaya memenuhi ruangan dan waktu doa mereka dengan perkataan mereka sendiri, seakan-akan Tuhan tidak ada atau tidak perlu ada. Padahal Tuhan mau berbicara, tetapi mereka tidak membuka telinga jiwa mereka untuk mendengar suara Tuhan. Ketika orang percaya sudah dewasa, mereka akan mengerti bahwa berdoa adalah bercakap-cakap dengan Bapa dan Tuhan Yesus. Setelah dewasa, mereka memenuhi ruangan dan waktu doa mereka hanya untuk Bapa dan Tuhan Yesus. Banyak waktu yang mereka harus sediakan untuk berdiam diri di hadapan Allah, sebagai waktu untuk mendengar Tuhan berbicara. Dalam berdoa, bukan hanya orang percaya yang berbicara kepada Allah, tetapi mereka juga harus menyediakan ruangan yang luas untuk Allah berbicara kepada orang percaya. Justru kesempatan itu adalah kesempatan yang sangat berharga, sebab Bapa dan Tuhan Yesus dapat menasihati orang percaya dan memberi banyak tuntunan. Inilah doa yang berkualitas yang pasti diajarkan Roh Kudus kepada mereka.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.