07. KESELAMATAN BAGI SEMUA BANGSA

Dalam Roma 1:5 tertulis: Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Dengan perantaraan Tuhan Yesus, Paulus mendapat karunia dan jabatan dari Theos (Bapa) untuk menuntun semua bangsa. Adapun kata semua bangsa dalam bahasa Yunaninya adalah pasin tois ethnesin (πᾶσιν τοῖς ἔθνεσιν). Kata ini jelas menunjuk bahwa Injil diperuntukkan kepada semua bangsa, tidak terkecuali. Hal ini seirama dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam amanat agung-Nya, bahwa orang percaya harus memuridkan semua bangsa. Dalam teks aslinya kata “semua bangsa” dalam Matius 28:19 sama dengan yang digunakan Paulus dalam Roma 1:5 ini.

Dari hal di atas kita memperoleh ketegasan bahwa umat pilihan Allah sesungguhnya adalah semua orang dari suku bangsa manapun yang memiliki iman seperti iman Abraham, yaitu penurutannya terhadap kehendak Allah. Bukan umat yang hidup dalam bayang-bayang hukum. Secara tidak langsung hal ini menunjukkan bahwa zaman agama samawi (seperti agama Yahudi) telah selesai, digantikan kebenaran oleh atau dalam iman. Allah memilih umat yang akan dimuliakan bersama-sama dengan Putra Tunggal-Nya. Oleh sebab itu Ia mempersiapkan sebuah umat yang layak. Mereka yang layak adalah mereka yang hidup dalam kebenaran, menuruti kehendak Bapa yang tidak hanya diwakili oleh hukum.

Semua bangsa mengindikasikan bahwa terdapat posibilitas bagi semua orang dari bangsa manapun untuk bisa menerima Injil. Jadi tidak ada diskriminasi. Tidak dikatakan bahwa hanya orang terpilih dari bangsa-bangsa tersebut yang diselamatkan. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak menambahi dengan kalimat dan pengertian bahwa Injil diberitakan hanya untuk orang pilihan atau hanya untuk orang-orang tertentu saja, yaitu yang dipilih Tuhan untuk selamat. Tidak ada satu kata pun di ayat-ayat dalam Alkitab yang menunjukkan (walau hanya mengisyaratkan), bahwa Injil hanya diberitakan kepada orang-orang tertentu yang sudah ditetapkan untuk selamat. Penetapan Allah bahwa hanya manusia tertentu yang selamat dan yang lain binasa karena tidak terpilih, adalah ajaran yang dapat merusak bangunan iman yang murni dari Injil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Semua bangsa menunjuk semua suku bangsa beserta posibilitasnya untuk selamat, yaitu mereka yang meresponi Injil dengan benar atau yang percaya, bukan “dibuat oleh Tuhan bisa percaya”. Ini berarti terdapat kebebasan pada masing-masing individu untuk menerima atau menolak Injil. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memerintahkan, kalau ada sebuah kota tidak menerima Injil, maka orang percaya yang menginjil dapat mengebaskan debu dari kakinya (Mat. 10:14). Dari pernyataan Tuhan Yesus tersebut terdapat fakta ada orang-orang yang menolak Injil. Mereka yang menolak Injil adalah mereka yang memang berkehendak untuk menolaknya, bukan karena dikondisikan menolak Injil.

Memang Injil tidak diberitakan kepada semua orang. Semua bangsa bukan berarti semua orang. Faktanya memang ada bagian dari bangsa-bangsa tertentu yang tidak pernah mendengar Injil. Seperti misalnya orang-orang Manado bagian dari bangsa Indonesia mendengar Injil, tetapi ada orang-orang di pedalaman Kalimantan atau Papua atau pulau-pulau lain yang tidak pernah mendengar Injil sampai mereka meninggal dunia. Tetapi ini bukan berarti bahwa mereka yang tidak mendengar Injil ditentukan untuk binasa. Setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya. Di antara mereka masih ada kemungkinan menjadi anggota masyarakat dalam dunia yang akan datang.

Orang-orang yang mendengar Injil atau berita keselamatan memang ditentukan oleh Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh Efesus 1:4-5 bahwa Tuhan yang menentukan orang-orang tertentu supaya kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Jadi, ada orang-orang yang ditentukan supaya menjadi anak-anak Allah sesuai dengan kerelaan-Nya, artinya diberi kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah. Dalam hal ini tidak ada orang yang berhak menuntut Tuhan mengapa dirinya tidak mendengar Injil. Pemilihan ini berdasarkan hak prerogatif Tuhan. Dalam hal ini ada orang-orang yang dipredestinasikan dapat mendengar Injil. Dipredestinasikan mendengar Injil bukan berarti dipredestinasikan untuk selamat. Hal ini sejajar dengan kenyataan bahwa bangsa Israel (yang diwakili Yakub, bukan Esau) dipredestinasikan menjadi umat pilihan Allah, tetapi keselamatan merupakan tanggung jawab masing-masing individu.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.