06. ISI KESELAMATAN

Dalam 2 Petrus 1:3-4 tertulis: Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Firman Tuhan ini jelas sekali menunjukkan bahwa pada intinya hidup Kekristenan dan jalan keselamatan kita adalah proses mengubah kodrat; dari kodrat manusia atau kodrat dosa menjadi kodrat Ilahi. Kata kodrat dalam teks aslinya dalam 2 Petrus 1:4 adalah phuseos (φύσεως) dari asal kata phusis (φύσις). Kata phusis memiliki pengertian natural endowment orcondition (satu kondisi yang ditopang oleh sifat bawaan atau alamnya). Dalam bahasa Inggris kata ini diterjemahkan nature. Kata kodrat dalam konteks 2 Petrus 1:4 ini lebih berarti sifat asli atau dasar yang menggerakkan seseorang berbuat segala sesuatu.

Keselamatan dalam Yesus Kristus, pada dasarnya adalah usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia ke rancangan Allah semula. Rancangan Allah semula adalah agar manusia berkodrat Ilahi seperti Diri-Nya. Kalau pengertian mengenai keselamatan adalah terhindar dari neraka dan diperkenan masuk surga, maka orang Kristen yang berpengertian demikian, Kekristenannya hanya kulit tanpa isi atau tanpa esensi kebenaran Injil. Itu adalah Kekristenan yang tidak menyentuh inti Injil. Kekristenan semacam itu hanya sekadar agama yang dihiasi dengan kegiatan keberagamaan semata-mata. Pengertian keselamatan yang salah di atas mendangkalkan pikiran, sehingga tidak bisa membangun pengertian iman yang benar.

Kalau pengertian mengenai iman sudah salah,
hidup Kekristenannya pun juga pasti salah.

Mereka yang memiliki konsep yang tidak tepat ini sangat berpotensi menjadi sesat, dan tidak mengalami keselamatan. Pengertian keselamatan yang dangkal, dapat mengaburkan kebenaran mengenai keselamatan yang diajarkan oleh Injil. Mereka tidak akan berjuang untuk menemukan atau membangun kodrat Ilahi.

Sejatinya, keselamatan adalahusaha Tuhan mengembalikan manusia untuk dapat berkeadaan sebagai berkodrat Ilahi. Ini berarti keselamatan adalah suatu proses, dimana manusia dikembalikan kepada tujuan awal Allah menciptakan manusia. Rancangan semula Allah adalah menciptakan manusia yang memiliki keadaan segambar dan serupa dengan Diri-Nya (Lat. Imago Dei). Pada zaman anugerah, rancangan Allah sejak semula atas manusia tersebut dilaksanakan dalam kehidupan umat pilihan melalui karya salib Yesus Kristus. Dengan demikian fokus keselamatan haruslah perjuangan untuk berkodrat Ilahi. Jika demikian, maka orang yang berkehendak untuk selamat haruslah memberi diri digarap oleh Tuhan melalui Roh Kudus untuk menjadi manusia sesuai rancangan Allah tersebut, yaitu berkodrat Ilahi. Inilah isi keselamatan.

Banyak orang Kristen yang berbicara mengenai keselamatan, selalu menghubungkan pengorbanan Kristus yang menebus manusia dari dosa, dengan pemulihan kehidupan di bumi ini dalam segala aspeknya. Sekilas hal ini seakan-akan benar, tetapi sebenarnya keliru dan menyesatkan. Keselamatan yang diajarkan adalah jalan untuk mencapai kodrat Ilahi, tetapi juga kesulitan hidup menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan jasmani di bumi hari ini. Ini sebuah penyesatan, di mana orientasi keselamatan yang seharusnya berpusat pada proses mengenakan kodrat Ilahi, bergeser dan berubah pada orientasi pemenuhan kebutuhan jasmani. Hal ini bertentangan dengan Injil yang murni. Ini adalah keselamatan versi setan (satan’s salvation).

Keselamatan versi setan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani,
tetapi keselamatan versi Tuhan berorientasi pada dibangunnya
kodrat Ilahidalam kehidupan manusia.

Yesus berkata bahwa Ia datang untuk memberi hidup (Yoh. 10:10). Hidup dalam teks ini adalah zoe atau zoen (Yun.ζωὴν ; zoen), bukan bios. Bios lebih menunjuk hidup makhluk pada umumnya, tetapi zoe lebih menunjuk hidup yang berkualitas. Sedangkan kata kelimpahan dalam teks ini bukan berarti banyak secara kuantitas, tetapi “tinggi dalam kualitas”. Dalam teks Alkitab Bahasa Yunani kata kelimpahan adalah perrison (Yun.περισσὸν). Pengertian kata ini adalah very highly in quality (tinggi dalam kualitas). Inilah yang dimaksud dengan ditemukannya kodrat Ilahi, yaitu kehidupan yang berkualitas.

Itulah sebabnya, keselamatan harus hanya menitikberatkan pada pembentukan kodrat Ilahi dalam kehidupan manusia. Mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, sama artinya dengan berusaha menyambut usaha Tuhan menggarap manusia untuk menjadi manusia seperti yang dikehendaki-Nya, yaitu manusia yang segambar dan serupa dengan Diri-Nya atau berkeadaan sebagai berkodrat Ilahi. Dengan demikian orang percaya yang meresponi keselamatan dengan benar, pasti berjuang berkeadaan sebagai berkodrat Ilahi. Inilah ciri dari anggota keluarga Kerajaan Allah.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.