05. UMAT YANG SEJATI

Tuhan memperhatikan bagaimana setiap hari Minggu orang-orang Kristen ke gereja untuk berbakti kepada Bapa dan kepada Tuhan Yesus. Mereka merasa sedang menghadap Tuhan, padahal tidak sedikit gereja yang sebenarnya bukan lagi gereja Tuhan. Mereka menyelenggarakan pertemuan tanpa dihadiri oleh Tuhan. Gereja-gereja itu sebenarnya gereja milik manusia. Jemaat gereja itu merasa bahwa mereka sedang datang kepada Tuhan, padahal mereka hanya datang kepada suatu gedung di mana orang-orang berkumpul menyelenggarakan tata cara ibadah atau liturgi. Mereka merasa sudah berurusan dengan Tuhan, padahal mereka hanya berurusan dengan manusia dan liturgi gereja. Mereka menyanyi, tetapi tidak memuji. Mereka mengucapkan kata-kata penyembahan, tetapi sebenarnya hati mereka tidak menyembah(Mat. 15:8). Mereka mengucapkan kata-kata doa, tetapi tidak berdoa. Susunan tata cara ibadah mereka membuat mereka hanya berhadapan dengan “tuhan fantasi”, bukan dengan Tuhan. Mereka mengikuti liturgi tanpa perasaan hormat kepada Tuhan secara pantas. Mereka menganggap Tuhan seperti satu sosok yang hanya dapat disentuh dengan liturgi.

Para pendetanya juga mengesankan kepada para jemaatnya bahwa mereka sudah memenuhi kewajiban sebagai orang Kristen. Dengan cara ini sebenarnya jemaat disesatkan. Mereka mengenal ajaran Injilhanya sekadar sebagai agama. Injil Tuhan Yesus Kristus yang sangat mulia telah disejajarkan dengan agama-agama yang tidak membawa manusia kepada keselamatan. Mereka pikir agama Kristen dengan tata cara keberagamaannya dapat menyelamatkan mereka, padahal yang dapat menyelamatkan mereka adalah darah Yesus dan Firman yang mereka harus pahami oleh tuntunan Roh Kudus untuk memerdekakan mereka.

Sejatinya,banyak orang Kristen tidak pernah berurusan dengan Tuhan. Mereka hanya berurusan dengan agama, gereja dan pendeta. Tetapi mereka merasa sudah berurusan dengan Tuhan. Hal ini membuat mereka menjadi orang Kristen yang tidak mengalami Tuhan secara pribadi, dan tentu mereka tidak mengalami proses pemuridan. Dengan keadaan ini mereka tidak pernah mengalami perubahan. Mereka hanya menjadi manusia yang bermoral baik, tetapi tidak mengikuti jejak Tuhan sebagai Anak Allah yang menyenangkan hati Bapa. Di antara mereka juga ada orang-orang Kristen yang jahat, yang tidak akan pernah masuk Kerajaan Surga.

Banyak orang Kristenyang tulus mencari Tuhan, tetapi mereka dengan mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh lembaga gereja melalui para pejabatnya untuk kepentingan lembaga itu sendiri, dan akhirnya juga untuk kepentingan individu pejabat gereja dan pengurusnya. Mereka tidak mengarahkan jemaat tersebut masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan, tetapi hanya menjadikan mereka sebagai anggota gereja yang rajin dan setia terhadap gerejanya, tetapi tidak setia kepada Tuhan secara pribadi. Sesungguhnya mereka membangun kerajaannya sendiri, bukan Kerajaan Tuhan Yesus. Tetapi mereka merasa dan menyatakan bahwa kegiatan mereka adalah pelayanan bagi kepentingan Tuhan. Satu kali mereka akan mengetahui keadaan mereka yang sesungguhnya dan mereka menuai apa yang telah mereka tabur.

Sebenarnya TuhanYesus ingin berjalan dengan mereka, menyentuh mereka dan mengajarkan bagaimana menjalani hidup seperti yang pernah Dia jalani. Tetapi mereka tidak tertarik, sebab banyak hal yang lebih menarik perhatian mereka. Bagi mereka, dunia lebih menarik dan berharga daripada perkara-perkara rohani yang diajarkan dan diberikan kepada mereka. Kalau keadaan seperti ini berlarut-larut, maka mereka tidak akan pernah mengenal kebenaran dan tidak akan pernah memahami perkara-perkara rohani.

Dalam keadaan dunia yang makin fasik ini, masih ada umat Tuhan yang sejati. Mereka ada di tengah-tengah umat yang lain dalam gereja. Kelihatannya mereka sama dengan yang lain, padahal sebenarnya berbeda. Mereka memiliki hati yang melekat kepada Tuhan. Setiap hari mereka menyediakan waktu untuk bertemu dengan Bapa dan Tuhan Yesus. Dalam setiap peristiwa kehidupan yang terjadi dalam hidup, mereka melihat dan menemukan pembentukanTuhan. Suara Tuhan yang murni selalu diperdengarkan kepada mereka. Sesungguhnya orang-orang inilah yang menerima Firman yang keluar dari mulut Allah. Umat Tuhan yang setia tersebut sebenarnya merasa bingung dan bertanya-tanya melihat banyak gereja hari ini, inikah gereja Tuhan yang sejati? Mereka sebenarnya tidak puas dengan keadaan gereja seperti itu, tetapi mereka tidak berdaya. Dalam ketulusan, mereka mengakui bahwa gereja membawa otoritas Tuhan, maka mereka merasa berkewajiban untuk tunduk. Mereka tunduk dalam ketulusan, tetapi dalam gundah gulana mereka bertanya: “Apakah saya sudah ada di tempat yang tepat di mata Tuhan?”Tuhan mengasihi orang-orang ini. Tuhan akan membawa mereka menemukan kebenaran yang akan menerbangkan mereka ke Kerajaan-Nya.

Dalam keadaan dunia seperti ini, Tuhan menghendaki agar kita menemui Tuhan setiap hari. Orang percaya harus menyediakan waktu untuk mengadakan perjumpaan dengan Dia di jam-jam tertentu. Tuhan akan menunjukkan bagaimana gereja Tuhan yang sejati dan yang bukan gereja-Nya. Tuhan akan mengajarkan kepada orang percaya kepekaan dan kecerdasan untuk bisa membedakan hamba Tuhan dan yang bukan. Orang percaya akan bisa membedakan khotbah yang benar, yang mengajarkan kebenaran dari hati Tuhandengan ajaran manusia yang tidak membawa kepada kesempurnaan. Dalam hal ini yang penting, orang percaya harus berjalan dengan Tuhan setiap hari, supaya Tuhan bisa menyentuh dan mengajarkan banyak hal kepada orang percaya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.