05. TEGAR TENGKUK

Dalam Roma 11:25 tertulis: “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: “Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.” Kalimat “kamu jangan menganggap dirimu pandai,” menunjukkan bahwa ada kesalahan atau ketidakmengertian jemaat mengenai suatu hal yang sedang dipercakapkan, yaitu mengenai kemungkinan seseorang bisa tertolak oleh Tuhan. Mengapa Paulus menuliskan hal ini? Sebab banyak orang Kristen yang merasa bahwa dirinya tidak mungkin dapat tertolak oleh Allah, karena merasa sudah percaya Yesus. Mereka tidak mengoreksi diri apakah dengan keadaan mereka itu layak masuk Kerajaan Surga atau tidak. Dengan kebodohan ini tidak sedikit orang Kristen merasa diri tidak perlu bertobat dan meningkatkan kualitas kesuciannya, terlebih lagi kalau mereka sudah memiliki kedudukan dalam gereja seperti pendeta atau majelis.

Paulus menunjukkan tegar tengkuk atau keras kepalanya orang-orang Kristen itu seperti keadaan bangsa Israel. Bangsa Israel telah menjadi tegar tengkuk atau keras kepala, yaitu dengan menolak Mesias sebagai Juruselamat. Orang-orang Kristen merasa sudah menerima Yesus padahal mereka menolak Dia, menolak Yesus dengan cara tidak hidup dalam kekudusan dan kesucian. Mereka tidak mengerti bahwa keselamatan merupakan proses dikembalikannya manusia kepada rancangan semula. Jadi, kalau orang tidak memiliki pengertian keselamatan yang benar, maka ia tidak akan pernah mengusahakan diri untuk semakin sempurna.

Dalam tulisan Paulus tersebut, ia menyinggung mengenai sebagian bangsa Israel yang keras kepala sehingga memberi kesempatan kepada bangsa-bangsa lain untuk menjadi percaya. Paulus secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa ada jumlah atau kuota yang disediakan bagai orang-orang di luar bangsa Israel “untuk masuk.” Masuk di sini artinya menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Allah. Seperti yang dikemukakan di pembahasan sebelumnya, bangsa-bangsa lain adalah seperti batang dari zaitun liar, yang dicangkokkan dalam akar pohon zaitun yang penuh getah (Rm. 11:17). Kalau dipertanyakan berapa jumlah kuota tersebut, tentu kita tidak dapat menjawabnya. Kalau dikatakan di sini kuota, ini berarti suatu jumlah yang harus dipenuhi, tentu saja hanya Tuhan yang tahu.

Selanjutnya Paulus menulis suatu tulisan yang sukar dipahami sebagai berikut: Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka.” (Rm. 11:26-27). Hal yang sulit dipahami adalah kalimat “seluruh Israel akan diselamatkan.” Kalimat tersebut bisa memiliki beberapa pengertian antara lain:

Pertama, bahwa semua bangsa Israel pada akhirnya akan diselamatkan. Tetapi hal ini tidak mungkin. Tuhan tidak akan menyelamatkan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, sekalipun itu datang dari bangsa Israel, umat pilihan Allah secara keturunan darah daging dari Abraham. Walaupun bangsa Israel adalah umat pilihan Allah secara darah dan daging, tetapi kalau mereka menolak Yesus sebagai Mesias, maka mereka tidak akan mengalami dan tidak akan memiliki keselamatan. Dalam hal ini keselamatan tidak ditentukan oleh darah daging keturunan Abraham, tetapi berdasarkan iman kepada Yesus Kristus. Inilah yang dimaksud dengan pembenaran oleh iman, sola fide (hanya oleh iman).

Kedua, yang dimaksud dengan “seluruh Israel akan diselamatkan” adalah semua sisa-sisa bangsa Israel yang percaya kepada Tuhan Yesus yang juga akan diselamatkan (Rm. 9:7; 11:4-5). Jadi, kata “semua” di sini bukan berarti semua orang Israel tak terkecuali, tetapi hanya mereka yang berani meninggalkan agama Yahudinya dan memercayai Yesus sebagai Mesias. Hal ini diteguhkan oleh Roma 11:23-24, bahwa dalam perikop ini fokus pembahasan adalah mengenai bangsa Israel (Rm. 11:23-24, “Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri”).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.