05. DIPERSIAPKAN UNTUK KEMULIAAN BAPA

Dalam Roma 9:23 tertulis: justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan. Dari ayat ini kita menemukan masalah sulit yang harus dipecahkan, yaitu apa yang dimaksud dengan “dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan”? Kalau bangsa Israel dipersiapkan untuk kemuliaan Tuhan, artinya melalui bangsa itu Tuhan menunjukkan kuasa-Nya, sehingga membuat mata dunia membuktikan Elohim Israel adalah Sesembahan yang luar biasa. Berbeda dengan umat Perjanjian Baru atau orang percaya. Dalam kehidupan orang percaya, mereka dipersiapkan untuk memuliakan Tuhan dengan menunjukkan perilaku yang sempurna seperti Tuhan Yesus. Dengan demikian Bapa akan dipermuliakan. Itulah sebabnya orang percaya dipanggil untuk hidup secara luar biasa dalam kelakuan (Mat. 5:20, 48), sehingga dapat menjadi alat kemuliaan bagi Bapa dan Tuhan Yesus (Mat. 5:16).

Dalam Roma 9:24-26, tertulis: “yaitu kita,yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.” Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” di sana akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Bapa yang hidup.” Dengan pernyataan ini jelaslah dunia dibawa kepada masa di mana banyak orang -termasuk orang non Yahudi- menjadi umat pilihan yang berstatus sebagai anak-anak Bapa. Jumlahnya sangat besar. Masalahnya kemudian: Apakah pada zaman penggenapan ini, semua orang yang mengaku percaya Yesus pasti selamat?

Kalau memperhatikan Roma 9:27, Dan Yesaya berseru tentang Israel: “Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan, maka tidak dikatakan dalam teks ini bangsa Israel tetapi anak Israel (υἱῶν Ἰσραὴλ). Apakah ini hanya menunjuk bangsa Israel secara darahdaging, atau sebenarnya menunjuk kepada semua orang percaya (baik dari bangsa Israel secara darah dan daging, maupun dari bangsa-bangsa non Yahudi)? Kemungkinan kedua lebih besar, sebab ditunjukkan jumlah komunitas ini sangat besar; seperti pasir di laut. Tetapi tidak semua orang yang terpanggil akan menjadi umat pilihan pasti lolos sebagai umat pilihan yang permanen, masuk ke dalam Kerajaan Surga sebagai anggota keluarga Allah. Hal ini meneguhkan penjelasan faktaadanya cabang asli dan cabang liar yang bisa dipotong.

Selanjutnya dalam Roma 9:28-29, tertulis:Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera.” Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: “Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora.” Dalam tulisannya ini Paulus sudah mengembangkan orientasi pemikirannya, bukan hanya sekitar orang-orang Yahudi, tetapi juga secara universal. Kalimat “Tuhan meninggalkan keturunan” artinya Tuhan pasti masih menopang orang-orang percaya yang mau tetap di dalam kemurahan-Nya. Hal ini dimaksudkan agar masih ada sisa orang yang mau berjuang untuk menjadi sempurna atau diselamatkan; dikembalikan ke rancangan Allah semula.

Akhirnya Paulus mengatakan: Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, seperti ada tertulis: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Di dalam tulisannya ini Paulus menegaskan ulang, bahwa pembenaran atas manusia bukan karena perbuatan baik berdasarkan Taurat, tetapi berdasarkan iman. Orang Yahudi harus menerima realitas, bahwa kebanggaan sebagai umat pilihan secara darah daging karena anak Abraham tidak lagi memiliki arti bila dibanding dengan pembenaran oleh korban Tuhan Yesus di kayu salib. Dengan demikian, hal menjadi umat pilihan secara darah daging -yaitu bangsa Israel-adalah penentuan Tuhan berdasarkan kedaulatan-Nya, tetapi keselamatan abadi untuk menjadi anak Israel berdasarkan iman tergantung dari respon dan tanggung jawab setiap individu.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.