04. KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG

Seandainya orang percaya dapat melihat kedahsyatan kehidupan di dunia yang akan datang, maka besar kemungkinan berpotensi cara hidupnya akan sangat berubah. Kehidupan yang akan datang yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk orang percaya adalah kehidupan yang keindahannya tidak terbayangkan oleh kita sekarang ini. Keadaannya sangat jauh berbeda dengan bumi di mana kita menetap untuk sementara hari ini. Tuhan Yesus sangat merindukan membawa orang percaya ke tempat itu, supaya di mana Dia ada orang percaya pun berada. Tetapi sekarang belum tiba saatnya. Sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Bapa, Tuhan Yesus akan mengakhiri kehidupan di bumi dengan kedatangan-Nya yang kedua. Tuhan Yesus akan datang bersama para malaikat-Nya dan bersama dengan orang-orang suci untuk menjemput orang percaya dan membawa ke tempat yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus. Mestinya orang percaya tidak perlu harus melihat tempat itu baru percaya, tetapi cukup percaya saja apa yang telah berulang-ulang dikatakan oleh Tuhan Yesus di dalam Injil-Nya.

Tuhan memilih kita di antara banyak manusia di bumi ini agar kita mengikuti jejak hidup Yesus. Dengan mengikuti jejak-Nya orang percayadilayakkan duduk semeja dengan Tuhan Yesus di Kerajaan Surga nanti. Mengikuti jejak Yesus berarti orang percaya harus memiliki karakter Yesus. Memiliki karakter Yesus bukan hanya berarti menjadi mirip seperti karakter-Nya. Kalau hanya mirip belumlah yang dikehendaki Bapa, tetapi mengenakan karakter Yesus, Anak Allah. Hendaknya orang percaya bukan hanya sekadar meniru-niru, tetapi sungguh-sungguh mengenakan gairah hidup Yesus. Jika kita sudah sampai mengenakan gairah hidup Yesus, berarti kita sudah menjadi segambar dan serupa dengan Dia. Inilah sebenarnya rancangan Allah semula. Bapa sangat mengingini manusia berkeadaan seperti Diri-Nya. Tuhan Yesus telah berhasil memuaskan hati Bapa dengan menjadi manusia seperti yang dirancang-Nya sejak semula. Inilah kemenangan itu.

Mengenakan karakter Yesus bukan hal yang mudah. Sebenarnya itu adalah pergumulan yang tersulit dalam hidup ini. Tanpa anugerah Tuhan Yesus melalui karya salib-Nya, tidak ada orang yang bisa berhasil menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Anugerah Tuhan Yesus adalah korban-Nya di kayu salib, Roh Kudus yang dimateraikan dalam kehidupan orang percaya, Injil yang diajarkan oleh Yesus, akhirnya anugerah tersebut adalah penggarapan Allah dalam segala peristiwa kehidupan untuk mendewasakan orang percaya. Allah bekerja dalam segala hal agarorang percayamenjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Diri Yesus. Itulah sebabnya betapa pentingnya perjalanan hidup setiap hari bersama Tuhan, sebab melalui kehidupan setiap hari Tuhan mengajarkan banyak hal. Di dalam hal ini Tuhan Yesus sungguh-sungguh memuridkan setiap orang percaya secara pribadi.

Setelah melalui perjalanan panjang Tuhan memuridkan, maka orang percaya akan dapat berkata: “hidupku bukan aku lagi tetapi Tuhan yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Inilah kesempurnaan seperti Bapa yang dimaksudkan oleh Tuhan. Orang percaya harus mengenakan hidup-Nya, dan Tuhan akan mengajar orang percaya untuk memikul salib. Memikul salib artinya menderita demi keselamatan jiwa-jiwa untuk juga disempurnakan seperti kita yang telah diproses oleh Tuhan. Harus diingatkan kepada orang percaya bahwa tidak ada mahkota tanpa salib. Salib yang diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk dipikul adalah kasih karunia, agar orang percaya memperoleh berkat surgawi yang utuh dan lengkap. Tidak banyak orang dipercayai oleh Tuhan untuk memikul salib. Dengan demikian penderitaan bagi Tuhan juga adalah kasih karunia.

Kenyataan hari ini membuat Tuhan bersedih, melihat tidak sedikit orang Kristen yang sibuk dengan begitu banyak urusan yang mengganggu pertumbuhan kedewasaan rohaninya. Banyak hal yang mereka anggap selalu penting dan mendesak, sehingga mereka hanyut dengan berbagai urusan. Padahal yang mestinya dipandang sebagai selalu penting dan selalu mendesak adalah bagaimana menjadi sempurna seperti Bapa dan melakukan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada orang percaya. Semua urusan harus dikerucutkan untuk memenuhi rencana Allah, yaitu bagaimana orang percaya menjadi sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus yang setia memikul salib.

Banyak orang Kristen tidak merasa sebagai orang jahat, mereka tidak terbukti melakukan pelanggaran moral, mereka merasa terhormat di mata masyarakat karena hidupnya santun, mereka pun datang ke gereja memuji-muji nama Tuhan. Orang-orang seperti ini merasa bahwa hidup kerohaniannya sudah cukup memenuhi standar. Padahal di mata Tuhan, keadaan mereka masih jauh dari apa yang dikehendaki oleh Bapa. Mereka tidak mengerti bagaimana memiliki hidup seperti yang dimiliki oleh Allah Anak ketika Dia mengenakan tubuh daging seperti manusia. Banyak orang tidak sungguh-sungguh belajar dari Tuhan Yesus bagaimana menyelenggarakan hidup ini sesuai dengan keinginan-Nya. Mereka yang belum menjadi murid Tuhan Yesus dengan benar, pengertiannya mengenai kebenaran sangat miskin dan dangkal. Kalau saja orang percaya memberi diri untuk dimuridkan oleh Tuhan Yesus, maka orang percaya akan mengerti bagaimana memiliki kehidupan Yesus di dalam dirinya. Tetapi karena tidak memandang ini penting dan mendesak, maka banyak hal yang orang Kristen utamakan lebih dari menjadi murid-Nya. Dengan cara hidup seperti ini, sebenarnya mereka bersikap tidak menghormati Tuhan. Percuma mereka datang ke gereja memuji-muji nama Tuhan, kalau mereka tidak memenuhi apa yang Bapa inginkan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.