03. TERHINDAR DARI NERAKA

Seandainya kita melihat kedahsyatan kengerian neraka, kita pasti akan rela dan nekad berbuat apa pun demi dapat menghindarinya. Kengerian neraka adalah terpisahnya manusia dari Allah yang benar (Why. 20:13-15). Itu adalah keadaan yang sangat mengerikan, yang tidak dapat digambarkan dan dijelaskan sekarang ini kepada semua orang. Tuhan sangat tidak menginginkan manusia ada di sana. Tetapi sekarang ini banyak orang belum melihat dan tidak tahu kedahsyatan kengerian neraka, sehingga mereka menganggap remeh realitas neraka tersebut. Cara hidup banyak orang menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh menjauhi neraka jahanam. Ironinya, banyak orang malah mendekat dan semakin terjerat, sehingga mereka sampai pada keadaan tidak akan pernah dapat keluar dari belenggu jerat kuasa jahat, yang dengan sendirinya tergiring ke neraka. Keadaan ini bukan saja dialami oleh orang-orang di luar gereja, tetapi oleh juga banyak orang Kristen yang mengaku umat Tuhan. Tentu hati Tuhan sangat sedih melihatnya.

Dewasa ini hampir tidak ada lagi orang yang mengaku hamba Tuhan berbicara mengenai neraka kepada umat Tuhan di gereja. Mereka menganggap pengajaran mengenai neraka tidak perlu diajarkan. Banyak orang menganggap sepele dan meremehkannya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai kebenaran. Hati mereka tertutup karena percintaan dunia. Mereka juga senang hidup wajar seperti anak-anak dunia. Sebagian mereka juga haus kekuasaan dan kedudukan dalam gereja. Sehingga mereka tidak mengerti ketika Roh Kudus mengajarkan kebenaran kepada mereka. Hal ini membuat Tuhan marah, sebab para pembicara gereja mengajarkan ajaran yang tidak diajarkan oleh Tuhan.

Banyak pembicara di mimbar gereja mengajarkan bahwa masuk Kerajaan Tuhan itu mudah. Mereka mengajarkan konsep percaya yang salah kepada umat Tuhan. Sehingga banyak orang Kristen merasa sudah percaya kepada Tuhan, padahal belum. Konyolnya mereka memastikan diri akan masuk Kerajaan Surga. Mereka menganggap dan menilai Kerajaan Surga secara murahan. Sejatinya, mereka sedang menginjak-injak keagungan Kerajaan Tuhan, dan memperlakukan Tuhan secara tidak pantas. Tetapi mereka merasa sudah menghormati Tuhan, sebab mereka mengucapkan kata-kata yang menyanjung nama Tuhan dalam nyanyian di gereja. Mereka tidak sadar kalau sebenarnya mereka sedang mempermainkan Tuhan. Mereka menipu diri mereka sendiri dan mencoba berlaku munafik di hadapan Tuhan. Mereka tidak mau mengerti bahwa Tuhan melalui Roh Kudus menyelami pikiran mereka.

Bapa dan Allah Anak telah mengatakannya melalui hamba-hamba-Nya, bahwa cawan murka Allahakan dicurahkan pada waktunya. Memang sekarang Tuhan seakan-akan diam, tetapi sebenarnya berkali-kali Tuhan telah memperingatkan mereka. Tetapi mereka tidak mau mendengar peringatan-Nya. Hati mereka sebenarnya telah terpikat oleh percintaan dunia. Itulah sebabnya, Tuhan tidak menemukan mereka merindukan bertemu dengan Tuhan Yesus di Kerajaan-Nya. Mereka lebih senang membangun gereja besar untuk kebesaran nama mereka sendiri dan berpesta dalam kebaktian yang sebenarnya Tuhantidak berkenan hadir di situ, sebab mereka hanya mempercakapkan berkat jasmani, kesembuhan jasmani dan mukjizat yang tidak berpengaruh bagi kesucian hidup mereka. Mereka pasti tidak mengajarkan mengenai neraka secara benar.

Kita harus waspada, bahwa ternyata kuasa jahat berusaha keras agar realitas mengenai neraka lenyap dari pikiran, bahkan dianggap tidak pernah ada, supaya orang-orang Kristen menjadi sekutunya dan terseret ke tempat celaka. Kita harusmenyadari, sebenarnya banyak diantara kita telah terpengaruhi cara hidup anak dunia yang tidak mengenal kebenaran sehingga tidak menyadari sepenuhnya kedahsyatan kengerian neraka. Itulah sebabnya banyak orang tidak sungguh-sungguh menghindarinya. Sekarang orang percaya harus kembali merenungkan realitas neraka ini, supaya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga. Hanya orang yang menjadi anggota keluarga Allah dan anggota masyarakat Kerajaan Surga yang terhindar dari neraka.

Khususnya bagi kita yang membaca tulisan ini sebagai umat pilihan yang Tuhan hendak perlengkapi dengan kuasa, kita harus menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah. Untuk itu kita harus sungguh-sungguh melakukan kehendak Bapa, sebab hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang diperkenan masuk Kerajaan-Nya, dan terhindar dari kedahsyatan kengerian neraka. Sekarang Tuhan membuka tangan, agar orang percaya kembali berurusan dengan Tuhan setiap saat. Lebih dari semua urusan, kita harus membenahi diri, dan memperkarakan apakah kita layak masuk ke dalam anggota keluarga Kerajaan Allah atau tidak. Hal ini harus kitaperkarakan dan usahakan dengan benar-benar serius. Tidak ada urusan yang lebih besar dari urusan bagaimana menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah. Kalau kita bersedia, Tuhan melalui Roh Kudus akan menuntun kita setiap saat, supaya kesempatan yang terbatas ini dapat kita pergunakan untuk belajar bagaimana memiliki karakter seperti Yesus. Tuhan Yesus sangat senang jika bisa membawa orang percaya menghadap Bapa-Nya, dan mempersembahkan orang percaya sebagai persembahan yang menyenangkan hati Bapa.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.